Proyek Stasiun Sukaresmi Bogor Terkendala Pekerjaan Kereta Bandara Soekarno-Hatta

by -
WACANA: Inilah lokasi yang akan dijadikan sebagai stasiun Sukaresmi, Tanahsareal. Proyek stasiun Sukaresmi terkendala perkerjaan kereta bandara. (Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang ingin membangun Stasiun Sukaresmi di kawasan Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor kembali mencuat. Selain sudah menyiapkan lahan melalui pembebasan lahan hingga pembangunan jalan pendukung, teranyar Pemkot Bogor sudah bertemu dengan petinggi PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Untuk membangun komunikasi dan meminta bantuan dalam membangun stasiun atau stoplet di kawasan Tanahsareal itu. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Bogor Rudy Mashudi.

Ia mengatakan, Pemkot Bogor awalnya ingin agar aset tersebut dibangun stoplet atau Stasiun Sukaresmi. Sebab asumsi pada perencanaan Kota Bogor, bangkitan perjalanan di Stasiun Bogor jumlahnya mencapai ribuan orang rata-rata per hari.

“Nah dengan adanya stasiun Sukaresmi, akan menjadi retribusi pergerakan orang. Diharapkan yang ke Bogor Barat, Tanahsareal hingga Bogor Utara, bisa turun disitu. Nanti disambung dengan BRT, bus antar moda ke Bubulak, ke Bogor Utara, ke (Jalan) Sholeh Iskandar hingga Tanahasareal,” katanya kepada awak media, Rabu (8/9).

Baca Juga  Bapas Bogor Gandeng Empat Pokmas Lipas Ajarkan Keahlian Klien Pemasyarakatan

“Nah yang sudah dilakukan pemerintah kota kan pembebasan lahan dan pembangunan jalan yang menghubungkan Sukaresmi sampai dengan Jalan Sholeh Iskandar Underpass,” tukasnya.

Terakhir, kata dia, dua atau tiga bulan pihaknya bertemu dengan petinggi urban transport-nya PT KAI. Sebagai komitmen dari pemkot untuk membangun rencana itu sekaligus memohon bantuan karena kondisinya Pemkot Bogor masih tetap mengusulkan lahan di Sukaresmi menjadi stoplet atau stasiun.

“Waktu itu kan terhenti karena PT KAI itu alasannya fokus ke kereta Bandara, menyelesaikan kereta Bandara Soekarno-Hatta. Kan kalau untuk lahannya sudah kita siapkan, sementara stasiun itu kewenangannya ada di Kementerian Perhubungan dan PT KAI, kan nggak bisa bangun sendiri,” tandas Rudy.

Selain itu, kata dia, ada skenario lain menjadikan lahan itu sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD), sehingga bisa mengundang swasta untuk bisa membangun dengan hitungan bisnis yang ada nantinya.

Hal itu juga untuk mendukung alternatif yang ingin mennjadikan lahan tersebut menjadi rusunawa. Jika demikian, tentu bisa mendukung konsep TOD. Di mana terdapat kawasan pemukinan dan swasta.

Baca Juga  Cerdas Menggunakan Internet, Bogor Deklarasikan Gerakan "Anti Hoax"

Namun hingga kini, sambung dia, belum ada rencana penganggaran ataupun kajian Detail Engineering Design (DED).

“Belum ada. Intinya setelah bertemu dengan petinggi Pak Budi (petinggi PT KAI, red) dua-tiga bulan itu, belum ada kontak lagi untuk follow up pertemuan,” imbuhnya.

Diektahui, Pemkot) Bogor akan kembali mengajukan pembangunan Stasiun Sukaresmi di Jalan Arteri, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Dalam wacana pembangunan stasiun ini, Pemkot Bogor akan meminta batuan PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar dapat diajukan ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemnhub), terkait dengan kejelasan aset yang sempat dibebaskan oleh Pemkot Bogor beberapa tahun silam.

“Kejelasan dari PT KAI terkait dengan aset yang sudah dibeli oleh Pemda (pemerintah daerah) yang rencananya akan dibangun Stasiun Sukaresmi,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim.

Baca Juga  Kasus Pengeroyokan di THM Zentrum, Polisi Periksa Artis FTV

Dedie menjelaskan, pembahasan kelanjutan pembangunan Stasiun Sukaresmi akan dibahas lagi bersama dengan sejumlah pihak.

Pasalnya, pembangunan Stasiun Sukaresmi yang telah mangkrak selama bertahun-tahun ini dikarenakan adanya maslah dari kontur tanah yang miring.

Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, tanah yang diperuntukkan untuk Stasiun Sukaresmi masih memiliki tingkat kemiringan yang cukup tinggi.

Sehingga, kereta yang berhenti berpotensi dapat tetap melaju.

“Sudut kemiringan rel ini harus disesuaikan, disudut yang memungkinkan kereta berhenti tanpa harus dilakukan semacam pengereman. Jadi kan gini, kalo misalnya masinis lupa narik rem, kalo misalnya sudut kemiringan masih curam, kereta akan jalan,” tuntas Dedie.

Stasiun Sukaresmi merupakan proyek pembangunan Kota Bogor sejak tahun 2014. Tahun 2015, Pemkot Bogor telah melakukan perluasan lahan untuk stasiun tersebut sekitar 1,8 hektare.

Berdasarkan rencananya, Stasiun Sukaresmi akan dijadikan TOD. Pembangunan tersebut diharapkan dapat merungai beban penumpang kerata apai di Kota Bogor yang mencapai 79.192 per harinya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.