Radio Tegar Beriman Siarkan Dialog Bupati Bogor Bersama KPID Jabar

by -
METROPOLITAN.id – LPPL Radio Tegar hari ini menyiarkan Dialog  Radio Tegar Beriman Bersama tiga narasumber yakni Bupati Bogor, Ade Yasin, Dirjen IKP Kemenkominfo, Usman Kasos dan Ketua KPID Jabar, Adiyana Slamet.  Kemarin, perwakilan dari LPPL Tegar Beriman  mengunjungi Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Jawa Barat, kemarin.  Ini
Ketua KPID Jabar Adiyana Slamet mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 KIPD dan lembaga penyiaran di Jawa Barat bertanggung jawab untuk menjadi lembaga penyiaran informatif dan edukatif agar menjadi lembaga penyiaran yang bisa menginspirasi masyarakat, untuk itu kolaborasi dengan lembaga penyiaran daerah di Jawa Barat sangat penting salah satunya dengan Radio Teman 95,3 FM.
“Ada 437 lembaga penyiaran yang tersebar di 27 kabupaten/kota, untuk gencar memberikan informasi yang informatif dan edukatif terutama mengenai Protokol Kesehatan. Kita ingin optimalkan lembaga penyiaran daerah untuk mengampanyekan itu, karena masalah pendemi ini bukan hanya tugas pemerintah tapi jadi tugas bersama salah satunya lembaga penyiaran,” ungkap Adiyana.
Dirinya juga meminta agar lembaga penyiaran daerah melakukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) penyiar, agar menjadi penyiar profesional. Selain itu juga ia menegaskan agar lembaga penyiaran aktif menciptakan program siaran yang menarik, inovatif dan edukatif agar pesan yang disampaikan tepat sasaran sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kami beberapa kali melakukan workshop, karena berbicara lembaga penyiaran kan tidak hanya bicara kuatnya modal, infrastruktur, penguatan program juga penguatan SDM juga harus dilakukan. Kami mendorong bagaimana Sumber Daya Manusia di lembaga penyiaran itu jadi profesional,” tegas Ketua KPID.
Ketua KPID Jabar mengaku apresiasi kepada lembaga penyiaran lokal di Jawa Barat LPS, LPPL Kabupaten Bogor dan lain-lain karena sudah memberikan informasi yang edukatif, mendidik dan inspiratif, sehingga  menjadi lembaga penyiaran yang selalu dipercaya oleh masyarakat.
“Kami berharap betul pada lembaga penyiaran untuk menjaga program dan isi siarannya, supaya kita mempunyai tanggung jawab bahwa masyarakat Jawa Barat ini harus diselamatkan mata dan telinganya, karena di dalam terdapat informasi yang melimpah ruah, saya ingatkan bahwa frekuensi itu adalah milik publik  berikanlah kemanfaatan lembaga penyiaran itu untuk publik,” tandasnya. (*/Els)

Baca Juga  Pencoblosan Ulang di TPS 01 Gambir Di Pantau M Taufik

Leave a Reply

Your email address will not be published.