Sebentar Lagi Warga Leuwiliang Punya Jembatan Permanen

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kecamatan Leuwiliang meninjau Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di bidang pembangunan jembatan di Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Pembangunan jembatan yang bersumber dari anggaran pe­merintah pusat itu memuda­hkan masyarakat ketika kelu­ar-masuk kampung.

Camat Leuwiliang Daswara Sulanjana mengatakan, pro­gram PISEW yang didapatkan Kecamatan Leuwiliang tersa­lurkan di dua desa yakni Desa Pabangbon dan Karehkel.

”Di Desa Karehkel, pembangu­nan TPT. Kalau di Desa Pa­bangbon, pembangunan je­mbatan. Sudah hampir pulu­han tahun warga Pabangbon tidak memiliki jembatan. Dulu cuma ada jembatan bambu. Hampir 30 KK warga RT 02/03 ini,” katanya.

Dengan program ini, pihaknya meninjau pembangunan je­mbatan di Desa Pabangbon, melihat seberapa besar ke­maslahatan bagi masyarakat.

Baca Juga  Skuat Leuwiliang Seleksi Pemain

”Alhamdulillah meskipun tidak maksimal, saya juga ha­rus mengawasi pekerjaan dari pelaksana program pro­vinsi, kaitan masalah fisik. Tetapi nilai manfaat kemasla­hatan bagi masyarakat saya,” ujarnya.

Ia menjelaskan jembatan tersebut menghubungkan Desa Pabangbon dengan Desa Karyasari. Artinya, tidak hanya dimanfaatkan warga Desa Pabangbon dan Karya­sari. “Jangan salah kalau ber­bicara. Jalan umum, siapa pun, dari desa mana pun, ketika mereka melihat akses yang lebih mudah tentunya diman­fatkan,” tegasnya.

Sementara itu, dengan pembangunan ini, pihaknya meminta pengerjaannya se­suai kualitas dan kuantitas yang mumpuni agar jembatan ter­sebut kuat dan kokoh. ”Artinya kita tidak bisa terlalu ke teknis. Saya lebih ke pengawas. Jadi teknis saya, meminta kepada staf saya sebagai koordinator untuk secara intens untuk tahap-tahap dengan sesuai, sehingga pekerjaan yang lalu pun selesai dicek tingkat pro­vinsi tidak ada,” tuturnya.

Baca Juga  Ditinggal Salat Berjamaah, Pas Pulang Rumahnya Dilahap Api

Sementara itu, Pendamping Masyarakat Provinsi Jawa Ba­rat, Fery, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Cibangkong di atas Sungai Camay pengerjaannya meng­gunakan bahan K250.

”Kalau untuk konstruksi se­cara umum menggunakan konstruksi baja komposit dengan pondasi batu kali, dengan bantalan beton, se­tara dengan K250,” terangnya.

Menurutnya, jembatan ter­sebut diyakini bisa bertahan selama puluhan tahun.

”Jembatan ini permanen. Jembatan ini Insya Allah ber­tahan di 40 sampai 60 tahun kalau tidak ada bencana,” pungkasnya. (ads/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *