Seimbangkan Rencana Perubahan Anggaran 2021, Pemkot Bogor Sanggupi Naikkan Pendapatan Rp25 M dan Pangkas Belanja Daerah Rp30 M

by -
Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Sempat berada dalam keadaan defisit RP43 miliar pada rapat keempat, Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafond Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan tahun 2021 kini disebut sudah seimbang setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan DPRD Kota melakukan rapat lanjutan.

Untuk menyeimbangkan pendapatan dengan belanja daerah itu, TAPD dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor disebut sepakat memangkas alokasi belanja daerah sebesar Rp30 miliar serta menyanggupi kenaikkan target pendapatan sebanyak Rp25 miliar.

Hal itu dibenarkan Ketua TAPD Kota Bogor Syarifah Sofiah. Menurutnya, kondisi rencana anggaran perubahan tahun 2021 sudah balance atau seimbang, setelah sebelumnya pada rapat terakhir masih muncul defisit sebesar Rp43 miliar. Ia juga membenarkan ada kesanggupan dari Pemkot Bogor untuk meningkatkan pendapatan di sisa tahun 2021 sebesar Rp25 miliar demi menyeimbangkan neraca keuangan.

Baca Juga  Walikota Bogor minta kejelasan Hukum

“Betul (sudah seimbang). Untuk kenaikan pendapatan juga betul Rp25 miliar,” katanya saat dihubungi Metropolitan.id, Rabu (15/9) siang.

Wanita yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor itu berharap, kondisi ekonomi Kota Bogor di masa pandemi pada sisa beberapa bulan kedepan bisa lebih baik, sehingga peningkatan pendapatan tersebut bisa terpenuhi.

“Semoga kondisi ekonomi membaik, sehingga peningkatan pendapatan tersebut bisa terpenuhi,” papar

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyebut bahwa setelah pada rapat keempat muncul defisit Rp43 miliar, hari ini pihaknua sudah bisa melakukan penyelarasan dan akhirnya terjadi keseimbangan antara pendapatan dengan belanja daerah.

Dengan cara mengurangi belanja daerah hampir Rp30 miliar serta menaikkan pendapatan sebesar Rp25 miliar, sehingga bisa seimbang.

Baca Juga  Tim Pansel Rahasiakan Calon Direksi PDAM

“Mudah-mudahan ini rumusan terbaik diantara keterbasan yang ada selama ini. Kita tahu selama pandemi ini pendapatan tidak bisa maksimal. Dengan pendapatan nggak maksimal, maka banyak hal semua kita tunda, meskipun sama-sama prioritas. Sampai akhirnya muncul kemarin kebijakan umum perubahan anggaran yang kita sepakati bersama,” jelas Atang kepada Metropolitan.id, Rabu (15/9).

dari defisit rapat keempat masih ada 43 M, hari ini ita sudah bisa melakukan penyelarasan dan akhirnya terjadi keseimbangan antara pendapatn maupun belanja daerah, dengan cara mengurangi belanja daerah hampir 30M, dan juga menaikan pendapatan sekitar 25M, sehingga bisa seimbang.

Terkait kesanggupan menaikkan pendapatan, sambung Atang, DPRD juga mempunyai rasa optimis hal itu bisa dilakukan. Mengingat meskipun masih dalam kondisi pandemi, namun keadaan saat ini sudah sangat berbeda ketimbang beberapa bulan lalu.

Baca Juga  Tutup Sementara Saat Kota Bogor PPKM Darurat, Dedie Rachim Minta Ini buat Pelaku Usaha Mal

Belum lagi, kata dia, beberapa indikator sudah menunjukan potensi optimis. Salah satunya capaian vaksinasi Kota Bogor yang sudah di atas 70 persen. Selain itu, PPPKM di Kota Bogor sudah turun level ke level 3.

“Ketiga, situasi pergerakan aktifitas masyarakat juga sudah berjalan. Sehingga kami optimis situasi berat kemarin akan membaik selama 4 bulan terakhir 2021. Dan imbasnya pada kenaikan pendapatan. Lalu atas diskusi itu, dari pihak TAPD sepakat mereka optimis menaikan pendapatan sebesar Rp25 miliar,” ujar politisi PKS.

“Kita memang diskusi panjang soal ini (penurunan pendapatan), terlalu berat untuk menaikan pendapatan. Tapi kita sampaikan bahwa hari ini situasinya jauh lebih baik ketimbang satu dua bulan lalu,” pungkas Atang. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *