Sempat Alot Karena Defisit Ratusan Miliar, Pemkab dan DPRD Akhirnya Sahkan APBD Perubahan

by -

METROPOLITAN.id – Setelah cukup alot melakukan pembahasan serta rasionalisasi anggaran, akhirnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama DPRD mengesahkan APBD-P 2021.

Bupati Ade Yasin mengatakan, pergeseran yang dilakukan di semua dinas tersebut di antaranya anggaran makan-minum (mamin), perjalanan dinas hingga menggeser anggaran pembelian alat tulis kantor atau ATK.

“Jadi semuanya digeser untuk menutupi defisit tersebut. Dan kita juga masih mengutamakan penanganan Pandemi Covid-19. Terlebih setelah (anggaran) perubahan ini masih banyak yang harus dibayarkan. Seperti BPJS PBI, dan insentif tenaga kesehatan,” kata Ade Yasin.

Penutupan jumlah defisit sendiri diketahui sangat alot. Bahkan beberapa saat sebelum paripurna dilaksanakan, Pemkab Bogor bersama dengan DPRD masih melakukan rasionalisasi anggaran.

Baca Juga  Dianggap Belum Maksimal, Perumda di Kota Bogor Diminta Lebih Kerja Keras Perah Pendapatan

Ade Yasin menilai, dinamika dalam pembahasan anggaran tersebut merupakan hal biasa terjadi. Namun intinya, saat ini defisit tersebut sudah tertutupi dengan upaya pemerintah melakukan sejumlah pergeseran anggaran tersebut.

“Pergeseran nya dilakukan di semua dinas ya. Sekarang sudah nol, tidak ada defisit. Intinya kami masih mengutamakan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor,” tegas Ade Yasin.

Sementara, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengakui jika sebelum diparipurnakan, pihaknya melakukan sejumlah pembahasan yang cukup tegas ke setiap dinas yang mengajukan anggaran besar saat terjadi defisit.

Menurutnya, ketegasan tersebut dilakukan karena Pemkab Bogor tidak ingin meminjam uang untuk membiayai seluruh kegiatan dan program dalam anggaran perubahan. Sehingga pengurangan anggaran dinas termasuk kegiatan infrastruktur.

Baca Juga  Corona di Bogor, 3 Positif, 1 Meninggal, 86 ODP dan 22 PDP

“Karena yang menjadi prioritas kita tetap di sektor kesehatan dalam perubahan anggaran ini. Sehingga yang dianggap tidak langsung menyentuh masyarakat, ya kita pangkas,” paparnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, M Romli mengaku pergeseran anggaran juga dilakukan pihaknya untuk menyesuaikan kondisi menutup defisit tersebut.

“Ya sama. Karena defisit nya tinggi Rp794 miliar, maka kita juga memangkas kegiatan yang kurang urgent. ATK, perjalanan dinas juga,” katanya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *