Soal Warga Bogor Was-was Rumahnya Kebawa Longsor Susulan, Camat: Diperbaiki Tahun Ini

by -
Camat Bogor Selatan Hidayatulloh. (Foto:Sandika/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Camat Bogor Selatan, Hidayatullah memastikan tanah disamping rumah milik warga di Kampung Sukamanah, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan yang mulai terkikis imbas terbawa longsor akan diperbaiki pada tahun ini.

Hal itu dipastikannya menyusul anggaran perbaikan tanah ini sudah diusulkan pihaknya ke Disperumkim Kota Bogor.

“Sebenarnya kita sudah cek waktu kejadian saat itu. Kita sedang dorong intervensi ke Disperumkim. Tahun ini dilaksanakan (perbaikan),” kata pria yang akrab disapa Dayat, Rabu (15/9).

Akan tetapi, menurutnya, berdasarkan pembahasan dengan konsultan pengawas yang dilakukan Juli lalu, ketinggian lereng ini diketahui mencapai 14 meter, maka kegiatan perbaikan membutuhkan anggaran yang besar.

Untuk itu, perbaikan yang dilakukan pada tahun ini lebih kepada memperbaiki atau membangun pondasi bawahnya terlebih dahulu.

Baca Juga  Pemkot Bogor Larang Ojol Mangkal di Seputaran SSA

“Hanya saja tidak menuntaskan permasalah, harus diusulkan di tahun berikutnya. Sisanya (kita) usulkan kembali di Musrembang,” ujarnya.

Sebelumnya, Yeni, warga Kampung Sukamanah, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan mengaku was-was akan nasib rumahnya.

Sebab, tanah disamping rumahnya mulai terkikis dan sudah tidak sejajar imbas terbawa longsor yang sudah terjadi sejak tahun lalu.

Cepi Andrian Nugroho (27), anak Yeni mengatakan, tanah longsor itu terletak persis di samping rumah milik orang tuanya. Kondisi tanah longsor semakin parah akibat intensitas hujan yang tinggi selama satu bulan terakhir.

Kejadian itu juga membuat rumah milik orang tuanya retak dan tanah mulai terkikis akibat hujan lebat.

Baca Juga  Pandemi Jadi Kesempatan Dorong UMKM dan Daerah Surplus Pangan Masuk Platform Digital

“Bangunan itu terpisah karena tanah yang ada disamping (tembok) udah mulai ke bawah, saat ini sudah ditutup terpal tetapi tidak pengaruh,” kata Cepi, Selasa (14/9).

Menurutnya, karena melihat kondisi tanah yang terus bergerak, untuk sementara setiap hujan deras terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudara yang lebih aman.

“Kamar belakang juga tidak diisi karena khawatir. Tanahnya sudah mulai habis, kondisi semakin parah setelah hujan besar,” ucapnya.

Cepi memohon ada perhatian dari pemerintah setempat, karena sebelumnya, aku Cepi sudah sempat ada yang meninjau kondisi rumahnya namun belum ada perbaikan.

“Sudah difoto-foto tapi belum ada kelanjutan, sudah ke Si Badra, ke sosial media juga sudah, saya juga bingung,” keluhnya.

Baca Juga  Dewan Minta Pemkot Bogor Turunkan Target PAD, Bapenda : Setoran Pajak Hotel Sebulan Saja Cuma Rp800 Juta

“Mohon dibantu oleh pemerintah setempat pak,” sambungnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *