Sudah Disubsidi, Pemkot Bogor Minta Tambahan Dana buat Bus BTS, Ketua DPRD : Belum Jelas Itu Buat Apa

by -
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto (Ryn/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah mengusulkan dana pada anggaran perubahan 2021 untuk operasional bus Buy The Service (BTS).

Meskipun, program itu mendapat suntikan dana subsidi dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) lebih dari Rp50 miliar.

Menurut Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, saat ini proses pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafond Prioritas Anggaran Sementara Perubahan (KUPA-PPASP) di dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD.

Masing-masing komisi akan menyampaikan hasil pembahasan lengkap dengan mitra terkait. Salah satunya terkait penganggaran untuk bus BTS.

“Hari ini (7/9) kita proses pembahasan KUPA-PPAS P di Banggar. Masing-masing komisi sampaikan hasil pembahasan dengan mitra mereka. Salah satunya terkait penganggaran BTS,” kata Atang kepada Metropolitan.id, Selasa (7/9).

Baca Juga  Genjot Produktivitas, Kementan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian

“Karena di Banggar kita belum jelas penganggarannya untuk apa. Kami minta kejelasan lagi dengan konsep yang harusnya ada kemarin, itu kan sudah selesai. Tapi ini kenapa masih harus dianggarkan lagi,” tegasnya.

Namun ia tidak menutup kemungkinan bakal direstui jika memang anggaran yang dibutuhkan tidak terkaver dana subsidi yang diberikan pemerintah pusat melalui BPTJ.

“Tinggal angkanya, apakah sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Itu yang akan kita perdalam,” papar politisi PKS itu.

Sebelumnya, selain mendapatkan subsidi dari Kementerian Perhubungan (Dishub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) kurang lebih Rp55 miliar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor juga rupanya tengah mengajukan anggaran untuk operasional program bus Buy The Service (BTS).

Baca Juga  Dampak La Nina Sampai ke Bogor, Dua Pohon Beringin Tumbang Makan Empat Korban

Hal itu diungkapkan Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo. Menurutnya, terdekat bakal ada 20 unit bus BTS dari total 75 unit yang bakal ngaspal terlebih dahulu pada Oktober mendatang.

Ia juga mengaku sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai pihak termasuk Kemenhub, ada salah satu pasal bahwa Dishub diwajibkan untuk menjamin kelancaran dan keamanan program Bus BTS.

Pihaknya pun mengusulkan dana di perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp1,6 miliar.

“Kalau nggak ada anggaran untuk amankan di jalan gimana? Nanti ketika dewan sudah ketuk palu (APBD perubahan), kita undang semua komponen forum lalu lintas di Kota Bogor, saya jelaskan semua,” tukasnya.

Danjen, sapaan karibnya, pihaknya mengusulkan anggaran Rp1,4 hingga Rp1,6 miliar. Untuk operasional di sisa tahun 2021 atau untuk dua bulan.

Baca Juga  Bima Arya Cek PTM SD di Kota Bogor, Ini Hasilnya

“Usulan anggaran dari kita Rp1,4-1,6 miliar, untuk operasional dua bulan. Kan perubahan cuma dua bulan, November-Desember. Nanti untuk tahun berikutnya dengan kegiatan yang sama, mungkin nilainya yang berbeda,” papar Danjen.

Di sisi lain, proses tender yang dilakukan di pemerintah pusat sudah rampung dan menyelesaikan tahap masa sanggah.

Alhasil, pihak ketiga yang nantinya bakal mengelola operasional Bus BTS ditetapkan konsorsium Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) sebagai pemenang.

“Sudah ada pemenangnya itu konsorsium PDJT. Makanya kami minta untuk segera direalisasi, minimal pertengahan Oktober ini sudah jalan,” katanya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.