Tingkat Kepatuhan Masyarakat Meningkat, Penularan Covid-19 di Kabupaten Bogor Melandai

by -
ILUSTRASI: Tingkat kepatuhan masyarakat akan menarapkan prokes kian meningkat, sehingga penularan covid-19 terus menurun.

METROPOLITAN.id – Kasus penularan covid-19 di Kabupaten Bogor terus menurun setiap harinya, pada Rabu (1/9), hanya ada 89 kasus dari laporan hasil tes PCR disejumlah fasilitas pelayanan kesehatan disekitar Jabodetabek.

Hal ini berkat tingkat kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan (Prokes) semakin baik, ditambah antusias masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi yang digagas oleh pemerintah semakin banyak. Sehingga kasus penularan covid-19 di Kabupaten Bogor pun menurun.

“Laporan dari sejumlah Rumah Sakit dan fasyankes di sekitar Jabodetabek berdasarkan input KTP dengan alamat Kabupaten Bogor ada 89 kasus penambahan,” kata Ade Yasin.

Begitu juga dengan pasien yang sembuh, lanjut dia, jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pasien yang terpapar positif.

Baca Juga  Pemkab Dituding Lamban Perbaiki Jalan Rusak

“Jumlah pasien yang sembuh ada 105 orang, mudah-mudahan ini terus menurun. Apalagi saat ini kita masif melakukan vaksinasi kepada masyarakat,” paparnya.

Ade Yasin juga berharap agar masyarakat terus mematuhi prokes agar penularan covid-19 ini hilang dan aktivitas masyarakat kembali normal.

“Saat ini masyarakat pun harus memaklumi, karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 kan masih diperpanjang hingga 6 September,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor Iman W Budiana mengungkapkan, jika tingkat kepatuhan masyarakat semakin hari semakin baik. Masyarakat saat ini sudah sadar akan menggunakan masker saat bepergian keluar rumah.

“Berbeda dengan beberapa bulan lalu atau tahun lalu, sekarang masyarakat lebih peduli akan kesehatan sehingga mereka aktif menggunakan masker serta menjaga jarak,” kata Iman.

Baca Juga  Sungai Cikaniki Surut, Warga Leuwisadeng Butuh Air

Menurunnya kasus penularan covid-19 ini didukung juga dengan kebijakan pemerintah yang saat ini membatasi kegiatan masyarakat, seperti fasilitas publik, pelayanan publik serta beberapa yang lainnya.

“Seperti mal, selain pembatasan jumlah pengujung ada juga beberapa persyaratan lainnya untuk masuk kesana, hal itu mengurangi resiko penularan covid-19,” ungkapnya.

Meski begitu, Iman tidak memungkiri masih ada masyarakat yang masih acuh akan prokes. Bahkan pihaknya kerap menegur masyarakat yang tidak mematuhi prokes.

“Seperti di pasar-pasar tradisional itu masih banyak masyarakat yang tidak mematuhinya, tetapi kita tegur agar langsung menggunakan masker,” tandasnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *