Usai Viral, Satpol PP yang Cekik Warga Bakal Dibina

by -
Tangkapan layar video viral oknul Satpol PP Kabupaten Bogor yang disebut mencekik seorang warga saat penertiban PKL di area Stadion Pakansari, Sabtu (19/9).

METROPOLITAN.id – Satpol PP Kabupaten Bogor bakal melakukan pembinaan terhadap anggotanya yang mencekik seorang warga saat melakukan penertiban di area Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/9). Aksi oknum Satpol PP tersebut viral di berbagai media sosial dan dinilai arogan.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor, Iman Budiana mengakui jika tindakan tersebut tidak dibenarkan sama sekali. Arogansi anggotanya saat bertugas harusnya tidak terjadi.

“Akan kami lakukan pembinaan dan tetap kami tidak benarkan. Perlakuan itu seharusnya tidak terjadi,” ujar Iman, Minggu (20/9).

Sebelumnya, jagat sosial media dihebohkan dengan video viral seorang anggota Satpol PP yang mencekik warga.

Informasi yang dihimpun, video berdurasi 13 detik itu terjadi di area Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/9).

Dalam video yang diterima Metropolitan.id, nampak seorang anggota berseragam Satpol PP sedang berdebat dengan seorang ibu yang diduga penjual kopi keliling.

Baca Juga  Dadang Ajak Warga Bangun Bogor

Anggota tersebut memegangi sepeda yang dipakai perempuan berbaju hitam dengan jilbab hijau tua tersebut. Namun, perempuan itu nampak menghalau petugas dan mengancam akan membanting termosnya.

Anggota Satpol PP yang ada dalam video pun nampak menantang perempuan yang ingin membanting termosnya.

“Banting aja,” ujar anggota Satpol PP dalam video yabg diterima metropolitan.id.

Saat itu, seorang pria berkaos putih nampak ingin melerasi keduanya. Pria tersebut diduga anak dari perempuan penjual kopi.

Namun secara tiba-tiba, anggota Satpol PP mencekik pria tersebut

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor, Iman Budiana membenarkan petugas Satpol PP yang ada dalam video viral tersebut adalah anggotanya.

Baca Juga  Rapat Apeksi, Kerja Sama Pihak Swasta Harus Ditingkatkan

Dari informasi yang ia terima, pedagang tersebut sudah beberapa kali diusir petugas dan selalu kucing-kucingan.

Saat ditertibkan, terjadi insiden. Anak penjual kopi disebutnya sempat mengeluarkan hinaan kepada petugas yang sedang melakukan penertiban hingga akhirnya terjadi insiden pencekikan.

“Infonyanya pedagang itu sudah beberapa kali diusir, pindah-pindah dia, kucing-kucingan, kemudian dilarang seperti itu. Ketika dilarang, pastilah namanya orang tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api. Sehingga si anak Satpol PP itu, karena si anak pedagang itu mengeluarkan bahasa binatang lah ke anak Satpol PP, emosilah. Penghinaan kepada putugas itu intinya,” ujar Iman, Minggu (19/9).

“Sehingga setelah itu, namanya manusia kan mungkin dia tidak tahan dihina, karena emosional munculah seolah mau mencekik itu,” sambungnya.

Baca Juga  Tolak KLB, DPC Demokrat Bogor: Negara Tak Boleh Lakukan Pembiaran

Menurut Iman, kejadian tersebut berlangsung jelang Maghrib. Saat itu, petugas memang sedang mengamankan lokasi agar tak terjadi kerumunan.

“Kejadiannya maghrib. Aturannya memang tidak boleh berjualan di situ,” terang Iman.

Meski demikian, Iman tak menapik jika tidakan salah satu anggotanya itu tidak dibenarkan. Dirinya mengaku selalu mengingatkan anggota di lapangan agar lebih humanis saat menjalankan tugas.

“Biar bagaimanapun itu salah karena tindakan yang tidak diperkenankan oleh kita untuk melakukan seperti itu. Selalu kita menyampaikan ke mereka (anggota Satpol PP) sebelum bekerja agar hati-hati, tidak boleh arogan. Kalaupun ada yg menghina kita, sabar, ikhlas, mau diapain juga. Karena dalam hal ini kita bertugas. Saya juga mengimbau sebagai pimpinan agar semua lebih humanis,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.