Videonya Viral, Ustad Penganiaya Santri Ditangkap Polisi

by -
Tangkapan Layar Video penganiayaan Santri di Demak

 

METROPOLITAN.id – Video diduga ustad melakukan kekerasan terhadap santri viral di media sosial dan beredar luas di masyarakat melalui grup-grup percakapan.

Dalam video tersebut, pria yang memakai sarung dan peci putih menghajar sejumlah anak santri.

Video berdurasi satu menit enam detik itu, menunjukkan detik-detik ustad tersebut memukuli beberapa santri.

Kekerasan itu dilakukan di sebuah kamar dan direkam tanpa sepengetahuan ustad tersebut.

Terlihat sang ustad mendatangi sejumlah santri dan melayangkan pukulan dan tamparan hingga terdengar bunyi cukup keras.

Selain itu, terlihat juga sang ustad mengangkat salah seorang santri dan mencekiknya hingga menempel di tembok.

Disebutkan video viral ustad aniaya santri itu terjadi di Pondok Pesantren Tahfidz Anak Darul Musthofa di Dukuh Krajan, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.

Baca Juga  Ulama Kabupaten Bogor Diminta Jadi Motor Percepatan Vaksinasi

Video tersebut pun mendapat panen hujatan dari warganet yang mengecam perbuatan ustad yang tak menggambarkan pendidikan.

Tak sedikit pula warganet yang tak terima dengan perlakuan yang dilakukan ustad tersebut kepada anak santri.

Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono menyebut, bahwa peristiwa ustad di Demak aniaya santri itu terjadi di sebuah pondok pesantren di Desa Jogoloyo Kecamatan Wonosalam.

Ia menjelaskan, kronologis kejadian tersebut terjadi pada Rabu (1/9) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Ustad M datang ke kamar bagian depan pondok tahfidz anak untuk mengecek para santri saat jam tidur,” terang Budi.

Akan tetapi, ternyata saat itu masih banyak santri yang belum tidur. “Sehingga pelaku mengingatkan para santri untuk tidur,” jelasnya.

Baca Juga  Bima Arya Prediksi Timnas Indonesia Menangi Leg 1 Final AFF 2020, Egy Cetak Gol

Mendapat peringatan dari ustad M, kata Budi, para santri disebut membantah. “Sehingga pelaku melakukan penganiayaan terhadap para santri dengan cara memukul dan menampar menggunakan tangan kosong,” bebernya.

Atas perbuatannya, M dijerat Pasal 76c juncto Pasal 80 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 351 KUHPidana. (ps/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published.