Warisan yang Menghancurkan Keluargaku(1)

by -

Warisan yang Menghancurkan Keluargaku(1)

Matahari mulai naik pertanda pagi tiba, aku yang masih duduk di taman kanak-kanak bergegas akan sekolah, aku berjalan menuju sekolah Yang memang tidak jauh dari rumah.

PUKUL 10:00 waktunya aku pulang sekolah, aku mengetuk pintu Dan membuka pintu rumah, ternyata ru­mah sunyi senyap tak ada satupun orang disana, sepertinya bapak belum pulang kerja, kakak masih sekolah Dan mama sepertinya mengaji di ma­sjid dekat rumah, segera aku bergegas mengganti pakaian dan mengayuh sepeda menuju masjid.

Sesampainya di sana kebetulan yang memang tinggal di daerah ini adalah satu keluarga besar kakekku, aku yang masih menunggu di luar bermain bersama teman-teman, tak lama ke­mudian aku melihat adik mamaku berlari secepat mungkin dan berte­riak sambil terenggah-enggah “bapak.. Bapak meninggal kak” sontak semua berlari menuju rumah, sampai di ru­mah suasana menjadi duka dan satu keluarga menangis hingga terisak-isak.

Baca Juga  Aku Berdosa Mencintai Kakak Ipar (3)

Malam tahlilan pun telah usai, kelu­arga tiri mamaku datang dan mengu­sir nenek dari rumahnya, mendengar keributan dari luar rumah, mama dan bapakku langsung keluar rumah Dan terjadi pertengkaran antara orang­tuaku dan saudara tirinya, orangtua­ku langsung membawa nenek ke rumahnya.

Beberapa bulan kemudian keluar­gaku memutuskan untuk pindah ke Medan dan menjual rumah kami, kami mengajak nenek ikut bersama ke kampung bapak.

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *