Waspada! Ngaku-ngaku Jadi Orang Brunei, Komplotan Penguras ATM Keliaran Sekitar Tugu Kujang Bogor

by -
Satreskrim Polresta Bogor Kota mengungkap kasus penipuan penguras ATM dengan modus menyamar sebagai orang asing. (Ryn/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap aksi penipuan yang dilakukan komplotan, yang mengincar wisatawan hingga warga yang tengah berada di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor.

Modusnya, komplotan yang terdiri lima orang itu salah satunya menyamar sebagai orang asing, yakni warga Brunei Darussalam, mengajak korban untuk berinvestasi. Nyatanya, kartu ATM korban justru ditukar untuk kemudian dikuras habis isi saldo dalam ATM-nya.

Menurut Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, komplotan ini berkeliaran di sekitar Tugu Kujang, untuk mencari wisatawan dan warga yang tengah beraktifitas. Dari beberapa kali beraksi pada setahun ini, kata dia, komplotan penipu berhasil menggasak duit korban sebanyak Rp500 juta.

“Modusnya salah satu tersangka, Adi, mencari korban lalu melakukan pendekatan. Setelah cukup akrab, datanglah tersangka lain, Djoko, yang menyamar sebagai orang Brunei berpura-pura tidak kenal dan bertanya arah ke Jambu Dua mencari ATM. Berbicara dengan logat melayu Brunei lah,” katanya kepada wartawan, Sabtu (25/9).

Setelah itu, sambung Susatyo, Adi pun mengajak korban untuk membantu Djoko, pria yang berpura-pura sebagai orang asing ke tempat tujuan. Adi menelepon Rijan, yang berperan sebagai sopir untuk mengantar ke Jambu Dua.

Baca Juga  Pemkot Bogor Raih Opini WTP 2 Tahun Berturut-turut

“Di perjalanan, sambil berpura-pura tidak kenal, Djoko dan Adi membicarakan investasi. Korban mendengar berbagai pembicaraan yang awalnya orang tidak kenal dan akrab, korban tertarik. Djoko juga sempat memperlihatkan ATM bank asing untuk meyakinkan korban ia warga negara asing,” tandasnya.

Lalu, Djoko meminta korban untuk meminjamkan dana dari korban dengan iming-iming komisi 15 persen, sembari memperlihatkan saldonya senilai Rp600 juta agar korban percaya.

Saat siap mengirim dana, kata dia, korban pun memperlihatkan ATM-nya. Djoko diam-diam melihat dan menghafalkan nomor PIN korban. Setelah itu, sedemikan rupa dilakukan komplotan sehingga bisa menukar kartu ATM milik korban, sebelum korban lalu diantar kembali ke tempatnya.

“Setelah itu komplotan menguras habis isi ATM korban yang kartunya sudah ditukar. Korban yang melapor ini kerugiannya mencapai Rp119,9 juta” tandasnya.

Atas laporan korban, polisi berhasil mencokok empat dari lima orang tersangka dengan peran masing-masing. Sedangkan Rijan, yang berperan sebagai sopir dan menyiapkan kartu ATM untuk ditukar dengan korban, masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dalam pengejaran Satreskrim Polresta Bogor Kota.

Baca Juga  Khawatir Muncul Klaster Pasca-Demo di Kota Bogor

Selain tersangka Adi, Djoko dan Rijan, ada pula tersangka Bimo dan Usman yang juga berperan mencari dan profiling calon korban. Dari hasil profiling saat pendekatan, Adi memastikan calon korban memiliki uang banyak.

Di tempat yang sama, Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto menerangkan, keempat tersangka yang ditangkap dijerat pasal 378, tentang penipuan dengan ancaman penjara 4 tahun. Pihaknya menduga komplotan ini bagian dari sindikat.

“Kami duga ini ada sindikat, satu orang tersangka dalam pencarian. Kami juga masih mendalami apakah ada korban lainnya dari komplotan ini,” terangnya.

Dari tangan para tersangka, polisi berhasil mendapatkan barang bukti berupa 118 kartu ATM berbagai jenis Bank, satu unit kendaran minimbus serta uang Tunai pecahan Rp100 ribu sebanyak 21 lembar dengan total Rp2,1 juta.

Baca Juga  Bima Didoakan Nenek 145 Tahun Kampanye di Bogor Selatan

Ia mengakui, komplotan ini lihai dalam komunikasi bersandiwara. Terutama tersangka Adi, yang mampu meyakinkan korban untuk menolong Djoko yang berpura-pura sebagai orang asing.

Selain itu, obrolan antara Adi dan Djoko yang seolah-olah membicarakan investasi, sehingga memunculkan keyakinan dan kepercayaan dari korban.

“Logika investasi lah antar mereka-mereka saja, antara adi dan joko saling seolah-olah mau dengan bujuk rayunya. Dan diajak mengecek ATM, dan ada isinya Rp600 juta dan timbul keyakinan. Padahal sudah diseting sama mereka,” tegas Dhoni.

Ia mengakui, komplotan ini lebih banya mengincar warga luar Bogor atau wisatawan yang sedang beraktifitas di seputaran Kebun Raya Tugu Kujang. Bahkan, kata Dhoni, komplotan ini sudah beraksi sejak pukul 6 pagi untuk memantau orang-orang disana, yang ditengarai bisa jadi korban.

“Mereka memantau seputar hotel di jalur SSA (Sistem Satu Arah,red) seputaran Kebun Raya Bogor, karena melihat sandal hotel, keluar hotel dan ada yang jadi to hotel-hotel tertentu. Sebelum jam 6 mereka sudah ada di SSA,” tutupnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *