Ada Anak-Anak Terlalu Agresif di Sekolah, Kapolresta Bogor : Serahkan pada Kami

by -
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. (Rivaldy-MG/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Buntut dari penyerangan hingga pembacokan yang berujung tewasnya seorang pelajar Kota Bogor di kawasan Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara, Polresta Bogor Kota sampai saat ini sudah mengamankan dua tersangka, yang juga masih berstatus pelajar.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, hingga kini penyidik masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka yang telah diamankan. Di mana satu tersangka utama merupakan pelaku yang melakukan pembacokan, sedangkan satu orang lainnya mengarahkan kepada korban.

“Tersangka utama yang melakukan pembacokan, satu lagi temannya yang mengarahkan kepada korban. Kami juga menyelidiki kejadian awal (sebelum peristiwa itu terjadi) di pukul 15.00 WIB dan kejadian pukul 21.00 WIB. Kami masih lakukan penyelidikan dan investigasi menyeluruh terhadap perkara ini,” katanya.

Baca Juga  Butuh Kesabaran, Belasan ODGJ Tamansari Divaksin

Di sisi lain, pihaknya bersama stakeholder lain bakal merumuskan upaya agar peristiwa kekerasan yang melibatkan pelajar, baik pelajar sebagai korban maupun sebagai pelaku, tidak terjadi lagi di Kota Bogor.

Kapolresta pun menegaskan kepada pihak sekolah yang ada di Kota Bogor, untuk membuka diri dan melaporkan kepada kepolisian jika ada anak-anak yang agresif dan terindikasi kepada tindakan kekerasan atau tawuran.

“Terbukti salah satu tersangka sudah dua kali (melakukan aksi tawuran) dan diperingatkan oleh kepala sekolah dan sebagainya. Kami juga membuka diri kepada pihak sekolah kalau ada anak-anaknya yang agresifnya tinggi, serahkan kepada kami untuk kami berikan pembinaan dari awal,” tukasnya.

Diketahui, usai terkuaknya kasus kekerasan yang melibatkan pelajar hingga menyebabkan satu orang pelajar tewas, Wali Kota Bogor Bima Arya menyempatkan diri untuk mendatangi Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Jumat (8/10).

Baca Juga  Pasrah Anggaran Laptop untuk Guru Paud Digeser, HIMPAUDI: Kalau Bukan Rezeki Mau Ngejar-ngejar Juga Nggak Bakal Dapat

Bima Arya ingin menemui RA (18), pelaku kasus pembacokan RMP (18) di kawasan Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara. RA menyerang RMP dengan senjata tajam hingga tewas

Kedatangan Bima Arya untuk menemui RA (18), pelaku kasus penyerangan terhadap pelajar RM (18) dengan menggunakan senjata tajam hingga meregang nyawa.

Menurutnya, peristiwa beberapa hari lalu yang menimbulkan korban jiwa ini menjadi atensi bersama.

“Saya mengunjungi rumah duka, berbelasungkawa atas kejadian ini dan menyampaikan pesan keluarga yang saya sampaikan kepada Pak Kapolresta agar hukum ditegakkan,” katanya.

Ia percaya Kapolresta Bogor Kota dan jajaran akan melakukan proses investigasi, proses hukum yang betul-betul profesional. Sehingga bisa mengungkap persoalan ini seperti apa.

Baca Juga  Nadya Wedding Gratiskan Foto Prewedding

Bima Arya juga berharap agar pelaku dihukum maksimal supaya ada efek jera dan menjadi pembelajaran untuk pelajar lainnya sebelum melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain dan diri sendiri. Yang terpenting, kata dia, adalah efek jera secara individu.

“Itu yang saya maksud hukum harus ditegakkan. Tidak boleh ada yang lolos, tidak boleh ada pembiaran. Apalagi kalau sudah cukup umur untuk proses secara hukum, maka akan dikenakan sesuai hukum yang berlaku. Ancaman bisa hukuman mati kalau bisa dibuktikan berencana membunuh,” tukasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *