Ade Yasin Pertanyakan Konsep Wacana Hidupkan Kembali Rindu Alam

by -

METROPOLITAN.id – Bupati Bogor, Ade Yasin mempertanyakan konsep wacana menghidupkan kembali kawasan wisata Rindu Alam Puncak yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Musababnya, kawasan Rindu Alam yang memiliki restoran legendaris itu merupakan salah satu titik kemacetan di wilayah Puncak.

“Belum ada koordinasi dan itu kewenangannya memang ada di provinsi, silahkan saja, yang penting tidak menganggu kemacetan lagi karena disitu salah satu biang macet,” kata Ade Yasin kepada wartawan, Rabu (13/10) malam.

Disinggung kawasan Rindu Alam akan difungsikan sebagai pusat kuliner, Ade Yasin mengaku belum mengetahuinya. Namun yang pasti, sejak periode gubernur sebelumnya kawasan Rindu Alam akan dijadikan sebagai tempat Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Baca Juga  Meski Sudah Diperbolehkan, Pemkab Bogor Belum Putuskan Uji Coba Tempat Wisata

Sehingga apabila saat ini konsep peruntukan kawasan Rindu Alam berubah, pihaknya belum mengetahuinya.

“Betul dan itu rencananya dari dulu mau jadi RTH makanya tidak diperpanjang (pengelolaan restotan), kalau sudah berubah pikiran I Dont Know (saya tidak tahu),” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar berencana menghidupkan kembali wisata di kawasan Rindu Alam dalam rangka pemulihan ekonomi pasca-Covid-19.

Rencana itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau kawasan wisata Rindu Alam, Senin (11/10).

“Pemprov Jabar berusaha memanfaatkan kembali daerah wisata Rindu Alam ini untuk meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah),” ungkapnya.

Dijelaskan Uu, secara teori dan legalitas pemanfaatan kembali area wisata Rindu Alam sangat memungkinkan. Namun, perlu dilakukan hati-hati agar tidak melanggar aturan.

Baca Juga  Cerita Putri Bupati Bogor, Nadia Hasna Humaira Siap Jadi Alarm Sang Mama

Adapun area wisata Rindu Alam ini memiliki tiga tahapan pemanfaatan, yakni sebagai restoran wisata, kafe, serta pusat jajan serba ada (pujasera). Uu memastikan arah pengembangan kembali akan memberi manfaat kepada masyarakat sekitar.

“Mau pakai yang mana, kita ambil yang lebih manfaat, lebih maslahat, tidak merugikan dan juga tidak melanggar aturan yang ada,” kata Uu.

Oleh karena itu dia akan sangat hati-hati saat memanfaatkan aset milik Provinsi. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *