Ade Yasin Siapkan Opsi Jemput Warganya di Pelosok untuk Divaksin

by -
ILUSTRASI

METROPOLITAN.id – Banyaknya masyarakat Kabupaten Bogor yang tinggal wilayah dipelosok menjadi kendala utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam melakukan akselerasi vaksinasi.

Bahkan baru-baru ini, Bupati Bogor Ade Yasin meminta bantuan pemerintah pusat untuk ikut andil dalam memobilisasi masyarakat yang tinggal dipelosok Kabupaten Bogor. Upaya tersebut dilakukan agar target vaksin hingga akhir tahun dapat tercapai.

Sekretaris Dinas Kesehatan Agus Fauzi mengatakan, antusias masyarakat untuk mengikuti vaksinasi cukup tinggi khususnya masyarakat yang tinggal diperkotaan, bahkan sejumlah sentra vaksin pun kerap ramai oleh masyarakat yang akan mengikuti vaksinasi.

“Kalau untuk wilayah perkotaan animo masyarakatnya sangat tinggi. PR kita sekarang ini bagaimana memaksimalkan vaksinasi kepada masyarakat yang ada diwilayah-wilayah yang tidak terjangkau oleh kendaraan,” kata dia.

Baca Juga  Nyamar Jadi Penumpang, Juli Cs Setrum Sopir GrabCar

Masyarakat yang tinggal dipolosok Kabupaten Bogor tersebut, lanjut Agus, mereka harus rela berjalan kaki hingga dua sampai tiga kilometer untuk mengikuti vaksinasi. Sehingga ia menyebutkan, capai vaksinasi dibeberapa kecamatan pun sangat rendah karena banyak sentra vaksin dan rumah masyarakatnya cukup jauh.

“Makanya ibu (Bupati, red) tadi minta bantuan ke pemerintah pusat untuk ikut andil dalam melakukan mobilisasi kepada masyarakat yang tinggal diwilayah pelosok. Apalagi jika melihat target di Kabupaten Bogor ini cukup tinggi,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan jika mobilisasi vaksinasi adalah hal mutlak yang harus dilakukan untuk memaksimalkan vaksinasi di wilayah-wilayah pelosok tersebut. Apalagi, dari 4,2 juta atau 70 persen target vaksinasi, baru sekitar 30 persen di antaranya yang telah tercapai.

Baca Juga  Asyik bakal Ada Kampung Ramah Lingkungan di Puncak

“Saya telah sampaikan ini kepada Menko Marves, Pak Luhut. Jadi memang sebenarnya capaian kita sudah cukup tinggi sekitar 2,7 juta, hanya saja prosentasenya masih sekitar 30 persen. Jadi harus terus dipercepat,” kata dia.

Ade Yasin juga mengaku telah msnyiapkan skema atau opsi untuk memaksimalkan vaksinasi di wilayah pelosok. Mulai dari menyambanginya langsung atau menjemputnya dan membawanya ke sentra vaksin terdekat.

“Kita lagi pertimbangkan opsinya seperti apa, karena pak Menko bilang juga nanti Kemensos pun siap membantu untuk memaksimalkan vaksinasinya,” ka Ade Yasin.

Berbagai upaya untuk meningkatkan minat masyarakat melakukan vaksinasi, salah satunya menggandeng kalangan habaib dan ulama agar menjadi influencer keterlibatan vaksinasi.

Baca Juga  Baznas Bogor Diserbu Ratusan Warga, Physical Distancing Tak Berlaku

“Insya Allah Desember selesai, karena penduduk kita banyak. Anak-anak muda juga harus jadi influencer untuk vaksinasi dan kita akan siapkan vaksinnya sesuai kebutuhan,” ungkapnya. (mam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.