Awal November Bus BTS Narik Penumpang di Kota Bogor, Kadishub : Gratis Sampai Akhir Tahun

by -
Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo. (Foto:Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Sebagai kepanjangan dari program Buy The Service (BTS), Bus Kita Trans Pakuan dijadwalkan bakal segera ngaspal di Kota Bogor, awal November 2021.

Nantinya, bus kolaborasi Badan Pengelola Jasa Transportasi (BPTJ) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor itu bakal ngaspal di Trans Pakuan Koridor (TPK) 5 dan melayani penumpang gratis alias free tanpa ongkos hingga akhir tahun 2021.

“Silahkan masyarakat menikmati bus ini, tidak berbayar alias gratis sampai akhir Desember. Kelebihannya sangat banyak. Nyaman, kecepatan waktu karena tidak ngetem dn banyak fasilitas lainnya,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo.

Pihaknya juga mengaku sangat menyambut baik progres salah satu upaya penataan transportasi di Kota Bogor ini.

Menyukseskan program BTS, beberapa persiapan dilakukan antara lain pembekalan dan pelatihan bagi pengemudi bus, mengecek kesiapan halte, sosialisasi kepada masyarakat hingga survei kondisi lalu lintas.

“BTS ini merupakan batu loncatan untuk penataan transportasi selanjutnya. Kami berharap tentunya ini menjadi momentum dan semangat baru bari insan transportasi dan Pemkot Bogor untuk bekerja sama menata transportasi yang baik ke depan,” ujarnya.

Baca Juga  Asyik Cari Umpan, Pemancing di Bogor Tewas Tersambar Petir

Sementara itu, Sekretaris BPTJ Zamrides menjelaskan bahwa awalnya BPTJ direncanakan langsung menghadirkan 75 bus di Kota Bogor.

Mengingat waktu sisa tahun yang pendek atau tinggal 2 bulan, jadi hanya bisa diadakan 49 bus secara bertahap.

“Bus Kita Trans Pakuan ini akan soft launching awal November dan sudah langsung beroperasi. Untuk awal gratis (hingga akhir tahun). Nanti kita evaluasi. Bisa saja kalau sudah berbayar, bayarnya setengah atau seperti apa skemanya. Tapi tetap ada subsidi,” tandasnya.

Sebelumnya, bus program Bus The Service (BTS) besutan Badan Pengelola Jasa Transportasi (BPTJ) kian dekat ngaspal di Kota Bogor.

Tak kurang dari 49 unit bus direncanakan ngaspal awal November nanti. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau proses produksi bus yang dinamakan Bus Kita Trans Pakuan itu di karoseri Laksana, Semarang, belum lama ini.

Baca Juga  Jamaah Batal Umrah, Travel Utsmaniyah Nggak Berizin?

Bus berukuran ¾ ini dijadwalkan mengaspal pada 2 November nanti dengan melayani Transpakuan Koridor (TPK) 5. Yakni melintasi rute Ciparigi, Warung Jambu, Ahmad Yani, Air Mancur, Fly Over Jalan Martadinata, Merdeka, Jembatan Merah dan Stasiun Bogor.

Kemudian, dari Stasiun Bogor kembali lagi menuju Ciparigi melalui Jalan Juanda, Sudirman, Pemuda, Warung Jambu, Sholeh Iskandar, Talang, Simpang Pomad.

Berbagai fasilitas disematkan dalam bus medium jenis terbaru Nucleus 5 ini. paling mencolok adalah fasilitas bracket atau rak khusus sepeda yang dipasang pada moncong bus untuk memudahkan para goweser. Bentuknya futuristik ditambah sentuhan desain Batik Bogor.

Pada interior terpasang pendingin udara (AC), CCTV, passenger counting system, disability friendly, peralatan keamanan APAR dan pintu emergency. Untuk kapasitas penumpang sebanyak 35 orang, terdiri dari 20 tempat duduk dan 15 orang berdiri.

Baca Juga  Pesepeda Meninggal Mendadak di Trotoar Dekat Istana Bogor

Hadirnya berbagai kenyamanan dalam bus BTS bertujuan agar masyarakat yang semula menggunakan kendaraan pribadi beralih ke bus.

Bima Arya mengatakan, Bus Kita Trans Pakuan diproyeksikan untuk mengganti angkot-angkot di Kota Bogor dengan sistem konversi. Nantinya 3 unit angkot akan digantikan menjadi 1 unit bus Trans Pakuan jenis ini.

Hadirnya 49 bus dari BPTJ ini, ditengarai akan menggantikan 147 angkot sampai akhir tahun 2021.

“Inilah penampilan Bus Kita Trans Pakuan yang sedang diproduksi di karoseri Laksana. Kerjasama dengan BPTJ kemenhub. Insya Allah 49 bus siap meluncur di November ini, menggantikan 147 angkot. Konversi 3 angkot menjadi 1 bus,” ungkap Bima Arya, Jumat (29/10).

Sedangkan untuk nasib para sopir angkot yang kena konversi, kata dia, kan diproyeksikan menjadi sopir bus dengan sistem shift. Lalu untuk yang tidak jadi pengemudi bus, akan dilatih menjadi mekanik atau ditempatkan di bagian perawatan. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.