Bawa Pulang 3 Emas, Ayat Dikalungi Bunga, Disambut Bak Pahlawan

by -

METROPOLITAN.id – Atlet asal Kabupaten Bogor yang mewakili Jawa Barat dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dari cabang olahraga gantole, Ayat Supriatna berhasil membawa pulang 3 medali emas. Kepulangannya disamput gembira warga.

Pria kelahiran Desa Tugu Selatan, Kabupaten Bogor ini disambut hangat saat tiba di area landing Paralayang, Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor, Selasa (12/10). Ia dikalungi bunga dan disambut bak pahlawan karena berhasil mengharumkan nama Jawa Barat dan Kabupaten Bogor.

Iring-iringan Penari Tari Srikandi juga menyambut kedatangan ayat yang sudah ditunggu pengurus Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Kepala Desa Tugu Selatan, keluarga dan masyarakat Puncak. Ayat juga sempat dibawa berkeliling wilayah Cisarua.

Manajer Tim Gantole Kontingen Jawa Barat, Wawan Hikal Kurdi mengaku sangat bangga dan berterima kasih atas pengorbanan dan prestasi yang ditorehkan ayah dua anak tersebut.

“Saya mewakili masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya Puncak dan Desa Tugu Selatan mengucapkan terima kasih karena telah mengharumkan nama Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional,” ujar Wawan.

Baca Juga  Siswi SMPN 19 Bogor Beri Kado Kepada Kepala Sekolahnya

Selanjutnya, ia meminta Ayat mempertahankan prestasinya. Setelah PON Papua, Ayat harus konstentrasi menuju Porda Jawa Barat ke XXII pada 2022 di Kabupaten Tasikmalaya.

“Tugas selanjutnya mengharumkan nama Kabupaten Bogor di ajang Porda Jabar pada 2022 di Tasikmalaya. Karena itu saya hanya memberikan waktu 10 hari untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga,” ungkapnya.

Di ajang PON XX Papua, Ayat meraih tiga medali emas pada nomor ketepatan mendarat perorangan, ketepatan mendarat beregu dan race to goal (RTG).

Ada cerita haru sebelum Ayat bertolak ke Papua. Rupanya, ia sempat mengurungkan niatnya untuk mewakili Jabar karena anak keduanya yang baru lahir harus dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami infeksi serius.

Kepada Wawan Hikal, Ayat sempat meminta bantuan keringanan biaya dalam perawatan anaknya di rumah sakit.

“Jadi anaknya waktu itu kan masih di IGD karena menelan banyak kotoran selama dalam kandungan. Dia juga sempat bilang nggak akan berangkat ke Papua karena ingin mencari biaya dan mengurus anaknya di rumah sakit,” ungkap Wawan.

Mengetahui Ayat punya potensi besar karena selalu sukses membawa pulang emas, wakil ketua DPRD Kabupaten Bogor ini meminta ayat untuk tetap berlaga di PON Papua.

Baca Juga  SMA Labschool Meraih Emas

Ia memilih menanggung seluruh biaya perawatan anak Ayat selama di rumah sakit agar atlet kebanggaan tersebut bisa berlaga di Bumi Cendrawasih.

Akhirnya, Ayat bersedia berangkat ke Papua. Kondisi anaknya yang sedang dalam perawatan justru menjadi motivasi bagi Ayat agar pulang membawa emas.

Namun saat di Papua, Ayat rupanya masih memikirkan kondisi dan biaya perawatan sang anak. Tak ingin hal itu menjadi beban, Wawan Hikal selalu menenangkannya dengan meminta Ayat tak perlu lagi memikirkan biaya perawatan.

“Setiap mau bertanding dia selalu telepon saya menanyakan kabar anaknya, tapi kadang menanyakan soal biaya juga. Tapi saya selalu tenangkan dia bahwa semua sudah ditanggung,” terang Wawan.

Dengan segala kemampuannya, Ayat akhirnya menjalani pertandingan dengan maksimal.

Emas pertama diraih Ayat dari nomor ketepatan mendarat perorangan. Hasil gemilang ini berlanjut pada nomor ketepatan mendarat beregu bersama Riko Bahiudin Saputra. Dua emas berhasil dikantongi.

Baca Juga  Perkemi Waspadai Tiga Kontingen Di Porda

Sementara medali emas ketiga, diraih Ayat dari nomor race to goal (RTG). Ada cerita menarik dari raihan emas ketiga yang didedikasikan Ayat untuk anaknya yang baru lahir dan sedang menjalani perawatan.

Ssbelum pertandingan perebutan emas ketiga, Ayat sempat menelpon Wawan Hikal untuk menyampaikan kabar baik soal anaknya yang sudah boleh pulang dari rumah sakit.

Kabar baik ini kemudian menjadi penyemangat Wawan untuk meraih emas ketiga. Benar saja, emas tersebut berhasil dibawa pulang Ayat dan didedikasikan untuk sang anak.

Ayat sendiri membenarkan kisah tersebut. Awalnya, ia tidak semangat bertanding karena kondisi sang anak yang harus mendapat perawatan di RSPG Cisarua.

“Alhamdulillah saat saya sedang turun semangat, Bapak Wawan dan istri menyemangati saya dan menjamin perawatan anak saya yang saat itu sedang sakit setelah dirawat kurang lebih selama 5 hari. Prestasi yang saya raih ini saya persembahkan untuk Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat dan khususnya  Ketua PGPI Kabupaten Bogor bapak Wawan Hikal Kurdi, ibu Sulistiowati serta masyarakat Desa Tugu Selatan,” tandas Ayat. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *