BBPP Batangkulu Gembleng Puluhan Penyuluh, dari Maluku sampai Papua

by -

Peran penyuluh dalam menyukseskan program pertanian nasional sangatlah besar. Keberadaan mereka di tengah-tengah petani memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas maupun efisiensi aktivitas tani, dengan catatan penyuluhnya memiliki kompetensi mumpuni.

Itu pula yang menjadi latar Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkulu, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. BBPP yang notabene salah satu UPT Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), berkomitmen meningkatkan kapasitas SDM Pertanian.

“Karena kita sedang bersama-sama mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melalui keterangan tertulisnya, Rabu (20/10).

SYL-sapaannya- mengapresiasi giat pelatihan Fungsional Dasar Penyuluh Pertanian Terampil Angkatan 1 yang digelar Selasa lalu. “Ini merupakan bentuk komitmen untuk membuat penyuluh kita semakin handal di lapangan. Semoga para petani dan penyuluh kita makin bersinergi,” kata dia.

Baca Juga  Proyek Pasar Tanahbaru Rp3,4 M Terlambat, Kontraktor Didenda

Adapun kegiatan yang digelar BBPP Batangkulu ini bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Pertanian Provinsi Maluku.

Pelaksanaan Pelatihan Angkatan I digelar selama 21 hari. Efektif dari 18 Oktober hingga 8 November 2021 mendatang yang diikuti sebanyak 24 orang peserta.

Kepala BBPP Batangkaluku, Sabir mengatakan Pelaksanaan pelatihan ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme fungsional penyuluh pertanian agar mampu melaksanakan perannya secara optimal dalam bidang pembinaan SDM. “Salah satu fokus kita adalah meningkatkan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian,” ujar SYL.

Menurut Sabir, Pelatihan fungsional tidak hanya agar bisa menguasai kompetensi teknis pertanian, tapi bekal untuk melaksanakan peran dan fungsi kita sebagai penyuluh pertanian yang akan mengawal setiap program yang ada di wilayah masing-masing, baik itu program kementan maupun daerah.

Baca Juga  Maknai Harkitnas, Ketua DPRD Rudy Susmanto Ingatkan Tiga Potensi Kabupaten Bogor

“Ciri pertanian modern di Era 4.0 pertama penyuluh harus mampu mengantar teknologi kepada petani untuk di aplikasikan di lapangan, yang kedua yakni di dukung oleh kebijakan pemerintah dan ketiga Sumber Daya Manusia Pertanian yang adaptif dan kompeten terhadap kondisi perubahan di lapangan saat ini,” katanya.

Hal senada dikatakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi. Dedi menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan produktivitas tak lepas dari hasil kinerja dari penyuluh. “Penyuluh adalah agen yang diharapkan bisa meningkatkan produktivitas petani,” imbuhnya.

Pelatihan ini, lanjut Dedi, juga bisa menjadi momen untuk saling berinteraksi dengan penyuluh daerah lain untuk mendapatkan pengalaman untuk diterapkan hingga memecahkan masalah sehigga kita mampu mendukung tugas dan fungsi para penyuluh pertanian.

Baca Juga  Dirut Tirta Pakuan Sapa Warga Terdampak Erupsi Semeru, Sembari Tinjau Pembangunan Majelis Taklim

“Kami harap materi yang diberikan fasilitator betul-betul nantinya bisa mengantarkan penyuluh yang hadir disini untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik sehingga mendukung tujuan pembangunan pertanian saat ini,” jelas dia.

Kepala Dinas TPHPP Kabupaten Boven Digoel, Nikolaus Saraun mendukung penuh dalam peningkatan SDM Penyuluh pertanian. Pasalnya maju mundurnya petani di lapangan kuncinya ada di penyuluh. “Kami terus berupaya bagaimana selalu meningkatkan SDM Penyuluh pertanian,” tambah dia.

“Rencana tahun depan kami akan mengirimkan kembali penyuluh angkatan selanjutnya untuk dilatih di BBPP Batangkaluku,” pungkasnya.(net/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.