Bekasi Minta Tambah 6.000 KK Penerima BLT Bantargebang

by -

METROPOLITAN – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kus­wanto, mengatakan, Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bekasi meminta penambahan jum­lah Kepala Keluarga (KK) yang mendapatkan dana kompen­sasi terkait kerja sama Tem­pat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Perjanjian kerja sama antara dua pemerintah itu diketahui akan berakhir pada Oktober 2021. ”Ada permohonan penambahan jumlah warga, jumlah KK yang menerima BLT,” kata Asep di Balai Kota Jakarta.

Sebelumnya, Asep mela­njutkan, ada sekitar 18.000 KK yang mendapatkan Ban­tuan Langsung Tunai (BLT). Adapun usulan penambahan dari Pemkot Bekasi adalah sekitar 6.000 KK. ”Sekitar 6.000-an, karena sebelumnya di Kecamatan Bantargebang itu ada empat kelurahan. Selama ini yang menerima dana BLT hanya tiga kelura­han. Pemkot Bekasi ingin dengan (perjanjian kerja sama (PKS) baru ini ada penambahan satu lagi, dari tiga jadi empat,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Bekasi Minta Kompensasi Bantargebang Naik 100 Persen

Selama permintaan itu se­suai formula yang ditetapkan, pihaknya tidak keberatan dan akan mengakomodasi. Selain penambahan jumlah KK, Asep mengatakan bahwa Pemkot Bekasi meminta penambahan lingkup dari perjanjian baru. ”Jadi, kalau selama ini untuk pemulihan pencegahan, per­baikan lingkungan, kemu­dian ada pendidikan, kese­hatan, BLT, ke depan Pemkot Bekasi minta ada penamba­han untuk peningkatan sarana kebersihan mereka. Lalu pengembangan wilayah di Kecamatan Bantargebang,” katanya.

Asep melanjutkan, pihaknya menargetkan akhir Oktober perjanjian antara dua pe­merintah itu bisa disepakati. ”Target kami dengan Kota Bekasi bisa selesai tanda tangan sebelum tanggal 26. Insya Allah kami terus beru­paya target sebelum tanggal 26,” ujarnya. (cn/tob/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *