Berani Mengkritisi Program Swasembada Bawang Putih, Ini yang Dilakukan Mahasiswa IPB

by -

Metropolitan.id – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Sosial Hu­maniora menjadi wadah maha­siswa IPB University mengutara­kan perannya sebagai sosial kontrol dalam program pemerin­tah Republik Indonesia. Program Swasembada bawang putih yang dicanangkan Kementerian Per­tanian pada tahun 2017 men­jadi salah satu kajian yang dikritisi tim mahasiswa IPB Uni­versity yang terdiri dari Lalu Hendri Setiawan (Departemen Agribisnis), Marlina Ayuni Kho­syati (Departemen Agronomi dan Hortikultura), Nurul Nazira (De­partemen Ekonomi Pembangu­nan), Siti Shara (Departemen Statistika) dan Baiq Wardani Hidayati (Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat).

Bawang putih (Allium sativum) termasuk komoditas hortikultura bernilai tinggi (high value horti­culture crop) yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari sebagai bumbu masak, kosmetik, obat-obatan dan lainnya. Melihat pentingnya bawang putih seba­gai kebutuhan rumah tangga maka penting untuk menjamin kebutuhan konsumsi bawang putih masyarakat Indonesia. Berdasarkan data dari Kementan (2020), rata-rata konsumsi bawang putih nasional sebesar 479.054 ton per tahun dengan rata-rata peningkatan sebesar 4,3 persen selama periode tahun 2016-2019. Namun, rata-rata kebutuhan konsumsi tersebut tidak mampu dipenuhi oleh rata-rata produk­si dalam negeri yaitu 42.194 ton pada periode yang sama. Keti­dakmampuan produksi dalam negeri memenuhi kebutuhan pasar menyebabkan 94 persen pemenuhan konsumsi bawang putih nasional berasal dari impor.

Baca Juga  IPB Terapkan Kuliah Online

Untuk menurunkan angka im­por pemerintah mencanangkan program swasembada. Program swasembada bawang putih ini dilakukan di beberapa daerah sentra produksi bawang putih di Indonesia, salah satunya di Ke­camatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kecamatan Sembalun dipilih menjadi sentra produksi bawang putih nasional karena memiliki agroklimat yang sesuai untuk budidaya bawang putih. Selain itu data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2019 kecamatan Sembalun berhasil membudi­dayakan bawang putih dengan luas lahan mencapai 1.453 ha dan dengan produksi sebesar 17.235,9 ton. Mendukung terwu­judnya swasembada, Berbagai upaya dilakukan Kementerian Pertanian untuk mencapai swa­sembada, seperti memberikan bantuan sarana produksi perta­nian kepada petani Sembalun. Namun demikian, pemerintah tidak memperhatikan keinginan petani dalam menanam bawang putih, padahal petani merupakan ujung tombak pelaksana program swasembada

Baca Juga  Sukabumi Punya Jembatan Terpanjang se-ASEAN

Berdasarkan permasalahan dan potensi tersebut, tim mahasiswa IPB University yang diketuai oleh Lalu Hendri Setiawan (Departe­men Agribisnis), melakukan penelitian mengenai willingness petani sembalun dalam menanam bawang putih untuk mencapai swasembada 2021. Pemahaman yang lebih baik akan willingness petani diharapkan dapat mem­bantu para pengambil kebijakan termasuk para penyuluh dalam memformulasikan program dan pendekatan untuk mendorong petani menanam bawang putih.

Berdasar pada konsep TPB (Theory of Planned Behavior), hasil penelitian menunjukkan bahwa petani Sembalun memi­liki tingkat willingness sedang dalam menanam bawang putih yang dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku petani. Sikap berpeng­aruh positif dan signifikan ter­hadap willingness petani men­anam bawang putih karena ke­percayaan petani akan mempe­roleh harga yang layak dengan adanya program swasembada bawang putih. Sedangkan, nor­ma subjektif berpengaruh posi­tif dan signifikan karena anjuran dari keluarga dan petani lain untuk menanam bawang putih serta merupakan variabel dengan pengaruh paling kuat terhadap willingness petani menanam bawang putih. Terakhir, kontrol perilaku memiliki pengaruh po­sitif dan sigifikan terhadap wil­lingness petani menanam bawang putih karena kemampuan pe­tani Sembalun dalam mening­katkan luas tanam.

Baca Juga  HA IPB Ajak Perangi Plastik

Menurut tim Lalu Hendri Se­tiawan, strategi peningkatan willingness petani Sembalun dapat dilakukan melalui pening­katan pengaruh variabel TPB terhadap willingness petani. Adapaun strategi yang dapat dilakukan yaitu strategi pertama dengan pembentukan asosiasi bawang putih, penguatan kelom­pok tani, dan mengefektifkan penyuluhan, strategi kedua dengan perbaikan harga dan akses pasar dan strategi ketiga dilakukan dengan mengefektifkan penyalu­ran bantuan input pertanian.

Lalu Hendri Setiawan mengha­rapkan penelitian ini dapat men­jadi bahan referensi penelitian bagi lembaga-lembaga riset, serta masukan, saran dan bahan pertimbangan bagi pemerintah selaku pengambil kebijakan ter­kait program swasembada bawang putih. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *