Besok Perumda Tirta Pakuan Perbaiki Pipa Bocor di Gununggadung, Pelanggan Diminta Tampung Air

by -

METROPOLITAN.id – Pipa 1.000 milimeter milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor di jalur Intake Ciherang Pondok – IPA Dekeng yang berada di Gununggadung, Kecamatan Bogor Selatan, kembali mengalami kebocoran, Kamis (30/9) lalu.

Diduga akibat terdampak proyek double track Bogor-Sukabumi. Padahal, belum lama ini juga terjadi insiden serupa tak jauh dari titik pipa saat ini. Akibatnya, tak kurang dari 70 ribu pelanggan Perumda Tirta Pakuan kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Menyikapi kerusakaan yang ada, Perumda Tirta Pakuan merencanakan perbaikan pada Senin (4/10), yang akan menelan waktu perbaikan selama 12 jam. Masyarakat pun diimbau untuk menampung air untuk kebutuhan sehari-hari demi antisipasi saat perbaikan.

Selain itu, Perumda Tirta Pakuan juga bakal mengambil sejumlah langkah kepada kontraktor double track, PT. Adhi Karya.

Direksi Perumda Tirta Pakuan menjelaskan perbaikan kebocoran pipa 1.000 milimeter di Gununggadung. (Ryn/Metropolitan).

“Awalnya Kamis (30/9) kami mendapatkan laporan bahwa ada genangan air disekitar project double track. Kami curigai dari pipa transmisi1.000 mm. Kelihatan ada indikasi bocor, lalu dilakukan penggalian. Dan benar pipa itu kembali bocor. Saya pun minta proses penggalian dihentikan dan dibuat rencana perbaikan,” kata Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan, Minggu (3/10).

Baca Juga  Waduh, Lab Geologi Unpak Bogor Hangus Dilalap Si Jago Merah

Rino menambahkan, pihaknya menyiapkan alat yang dibutuhkan yang dibuat di tempat khusus. Selama itu, aliran ke pelanggan tidak ditutup dahulu agar tetap bisa melayani pelanggan dengan kapasitas 1.700 liter perdetik air baku.

“Kami siapkan tenaga, karena tidak bisa menggali dengan alat berat atau beko. Sehingga jumlah pekerja dihitung diturunkan 15 penggalian. Kami lakukan proses penggalian Jumat hingga Sabtu, sekarang kami sudah siap alatnya tinggal melakukan penutupan,” tuturnya.

Pihaknya ingin melakukan perbaikan seminimal mungkin terganggunya pelayanan kepada masyarakat. Sehingga perbaikan pun dilakukan di hari kerja yakni Senin (4/10) siang. Ketimbang pada Sabtu-Minggu dimana pelanggan lebih banyak di rumah.

“Saat perbaikan Senin, pukul 05:00 WIB ditutup, mungkin air berhenti Senin siang. Kami hitung benar, supaya masyarakat tidak terganggu secara signifikan,” tukasnya.

Baca Juga  Masih Status PPKM Level 3, Bima Arya Klaim Ekonomi Kota Bogor Membaik

Di sisi lain, ia mengakui koordinasi dengan kontraktor double track sejauh ini masih lancar. Serta mendukung segala kebutuhan perbaikan. Apalagi, kejadian kali ini bukan yang pertama kali dan bisa saja kembali terjadi dikemudian hari.

Meskipun Rino mengakui komitmen yang ada baru sebatas verbal personal dan belum dalam bentuk komitmen.

“Pada intinya kami terus berkomunikasi dengan kontraktor double track, karena ini menyangkut terganggunya ekitar 70 ribu pelanggan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Teknik (Dirtek) Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf mengatakan, meski proses perbaikan dilakukan secepat mungkin, namun dampak perbaikan pipa bocor tersebut akan menyebabkan dua hingga tiga jam air tak mengalir.

Baca Juga  Hiks.. Luput dari Perhatian, Ada Kampanye 'Pelangi' LGBT Mejeng di Mobil Formula E Jakarta

Sebagai antisipasi, Ardani mengaku menyiapkan 14 mobil tangki untuk melayani pelanggan terdampak.

“Ada beberapa pengisian tangki yang telah disiapkan yaitu Perumahan Bogor Lakeside, Jalan Pandu dan Siliwangi,” paparnya.

Ditempat yang sama, Direktur Umum (Dirum) Tirta Pakuan, Rivelino Rizky mengaku telah menyiapkan empat mobil tangki dan tiga mobil besar, dan satu mobil berukuran kecil untuk menyuplai air kepada pelanggan terdampak.

“Kita juga meminta bantuan ke PDAM Kabupaten Bogor, dan Depok. Saya juga sudah berkoordinasi dengan camat lurah agar ikut menyampaikan ke warga, agar menampung air malam ini, karena akan ada perbaikan. Jadi yang akan terdampak bisa menampung air mulai malam ini,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.