Bima Arya Tutup Wisata Glow KRB

by -

METROPOLITAN – Polemik wahana Glow milik Kebun Raya Bogor (KRB) terus berlanjut. Teranyar, Wali Kota Bogor Bima Arya mengam­bil sikap tegas.

Setelah adanya surat dari Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat Nomor: 003/ akbj/X/21 tertanggal 12 Oktober 2021 mengenai Penyampaian As­pirasi Penolakan Glow di KRB, Bima Arya memutuskan menutup kegiatan Glow.

Ia menegaskan peng­embangan dan pengelolaan KRB harus sejalan dengan karakter dan identitas Kota Bogor. Sebagai Kota Pusaka yang tidak saja menjaga ke­lestarian alam, tetapi juga warisan budaya.

Sementara itu, berdasarkan hasil kajian cepat yang di­terima dari tim Institut Per­tanian Bogor (IPB) Univer­sity, menunjukkan bahwa kegiatan Glow berpotensi memberi dampak bagi eko­sistem. Tidak saja di KRB, tetapi juga di lingkungan luar KRB dan Kota Bogor umumnya.

Baca Juga  Polemik Meluas, Bima Arya Minta Kebun Raya Bogor Setop GLOW

“Pemkot Bogor meminta Badan Riset dan Inovasi Na­sional (BRIN) dan PT Mitra Natura Raya (MNR) mela­kukan evaluasi secara ke­seluruhan terhadap konsep Glow dan pengelolaan KRB bersama-sama dengan pihak IPB University,” katanya.

Tak hanya itu, sambungnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga meminta BRIN agar semua kebijakan terkait pengelolaan KRB memerha­tikan kearifan lokal dan me­merhatikan rekomendasi dari Pemkot Bogor.

Ia pun menegaskan bahwa Pemkot Bogor meminta PT MNR sebagai pengelola men­ghentikan semua aktivitas Glow selama proses evaluasi berlangsung.

Di sisi lain, polemik Glow milik KRB juga memancing reaksi dari kelompok masy­arakat yang menamakan diri Pemuda Sunda, berserta be­berapa paguyuban pencak silat, pemuda Kota Bogor, hingga sejumlah komunitas. Mereka melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota Bogor, Ka­mis (28/10).

Baca Juga  Kembali Ontrog Kebun Raya Bogor, Budayawan: Ada Jaminan GLOW Tidak Semakin Komersil?

Massa mengutarakan tiga tuntutan. Di antaranya, me­nolak Glow di KRB. Juga me­minta wali kota Bogor bertang­gung jawab atas kerusakan yang terjadi apabila kegiatan tersebut diteruskan.

Sebab, hal itu dinilai berten­tangan dengan marwah Kebun Raya dan Perwali 17 Tahun 2015.

Terakhir, mereka meminta wali kota Bogor turun dari jabatannya jika tidak segera mengambil keputusan men­ghentikan Glow di KRB.

Saat ditanya soal surat per­nyataan sikap wali kota Bo­gor yang meminta PT MNR menghentikan semua akti­vitas kegiatan Glow di KRB selama proses evaluasi ber­langsung, General Manager Corporate Communication & Security PT MNR Zaenal Arifin justru mengaku belum mengetahui dan menerima surat tersebut.

Ia juga enggan menjelaskan lebih lanjut soal tanggapan PT MNR terkait permintaan dari F1 itu. ”Belum kang,” singkatnya. (ryn/feb/run)

Baca Juga  Kembali Ontrog Kebun Raya Bogor, Budayawan: Ada Jaminan GLOW Tidak Semakin Komersil?

Leave a Reply

Your email address will not be published.