Buntut Pembacokan Pelajar SMA Bogor hingga Tewas, Ceu Atty Desak Disdik Jabar Turun Tangan

by -
Anggota DPRD Kota Bogor Atty Somaddikarya. (Dok. pribadi)

METROPOLITAN.id – Kasus kekerasan yang melibatkan pelajar hingga tewas di sekitaran Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, beberapa waktu lalu, memicu reaksi banyak pihak.

Salah satunya anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya. Ia mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk bisa bekerjasama dengan berbagai stakeholder di Kota Bogor.

Seperti dengan Disdik Kota Bogor, Polresta, Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor dan lembaga terkait, seperti Komisi I dan IV DPRD Kota Bogor.

Untuk menyosialisasikan program sadar hukum bagi pelajar SMA/SMK dalam satu program.

“Roadshow ke setiap sekolah tentang sadar hukum bagi pelajar dan mensosialisasikan bahanya resiko tawuran hingga berdampak pada nyawa pelajar yang melayang sia-sia. Dengan begitu, tanpa dia (oknum pelajar,red) sadari, hobi tawuran akan tumbuh menjadi naluri seorang pembunuh,” katanya kepada Metropolitan.id, Selasa (12/10).

Baca Juga  Posting Di Twitter, Istri Gubernur Terenyuh

Wanita yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, oknum pelajar yang melakukan perbuatan kriminal akan merugikan dirinya sendiri karena separuh waktunya akan dihabiskan dalam masa kurungan.

“Pelajar yang membunuh sesama pelajar, secara tidak langsung merugikan sendiri karena akan membunuh masa depannya sendiri. Hidup dan waktunya akan dihabiskan didalam jeruji besi dengan segala penyesalan,” ujar Atty.

Apalagi, kata dia, kasus yang teranyar mencuat diduga terjadi akibat balas dendam, yang akhirnya menewaskan satu pelajar akibat luka tusukan.

“Tawuran yang kerap terjadi juga kerap menelan korban, ini jadi dendam antar pelajar. Akibatnya apa? Yang tidak bersalah, yang tidak berdosa jadi sasaran, jadi korban,” ungkapnya.

“Mental pelajar yang sok jagoan atas nama solidaritas banyak dipengaruhi oknum senior dan alumni sekolah yang mewariskan mental brutal kepada juniornya,” papar Atty.

Menurutnya, hal ini menjadi perhatian seluruh pihak, sebab mental di usia pelajar yang masih labil rawan didoktrin. Sebab anak-anak masih berada di usia labil, sehingga mudah dipengaruhi, mudah didoktrin dan pasti akan mengedepankan ego dan emosi sesaat.

Baca Juga  Masih DPO, Polisi Buru Pelaku Curanmor di Pasar Cibinong

“Tampil sebagai jagoan sangat dipengaruhi situasi dan kondisi pergaulan di lingkungan yang salah. Ini menjadi faktor utama dan harus diputus mata rantai dengan pembinaan dan edukasi dimana pelajar tugasnya belajar, sebagai kewajibannya untuk menjadi generasi penerus bangsa,” jelas Atty.

Wali Kota Bogor Bima Arya sendiri menyempatkan diri untuk mendatangi Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, akhir pekan lalu.

Bima Arya ingin menemui RA (18), pelaku kasus pembacokan RMP (18) di kawasan Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara. RA menyerang RMP dengan senjata tajam hingga tewas

Menurutnya, peristiwa beberapa hari lalu yang menimbulkan korban jiwa ini menjadi atensi bersama.

“Saya mengunjungi rumah duka, berbelasungkawa atas kejadian ini dan menyampaikan pesan keluarga yang saya sampaikan kepada Pak Kapolresta agar hukum ditegakkan,” katanya.

Baca Juga  Mui Sebar Larangan Cap Go Meh

Ia percaya Kapolresta Bogor Kota dan jajaran akan melakukan proses investigasi, proses hukum yang betul-betul profesional. Sehingga bisa mengungkap persoalan ini seperti apa.

Bima Arya juga berharap agar pelaku dihukum maksimal supaya ada efek jera dan menjadi pembelajaran untuk pelajar lainnya sebelum melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain dan diri sendiri. Yang terpenting, kata dia, adalah efek jera secara individu.

“Itu yang saya maksud hukum harus ditegakkan. Tidak boleh ada yang lolos, tidak boleh ada pembiaran. Apalagi kalau sudah cukup umur untuk proses secara hukum, maka akan dikenakan sesuai hukum yang berlaku. Ancaman bisa hukuman mati kalau bisa dibuktikan berencana membunuh,” tukasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *