Buntut Tewasnya Pelajar Bikin Taman Palupuh segera Alih Fungsi

by -

METROPOLITAN – Imbas dari seringnya terjadi tindak kekerasan yang melibatkan pelajar di Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor beren­cana mengubah fungsi Taman Palupuh. Hal tersebut diung­kapkan Wakil Wali Kota Bo­gor, Dedie A Rachim.

Menurutnya, buntut dari tewasnya pelajar di kawasan Taman Palupuh, Pemkot Bo­gor kini sedang melakukan kajian perubahan fungsi Taman Palupuh agar tidak terus-menerus disalahguna­kan. Salah satunya dengan menyulap fungsi Taman Palupuh menjadi area kebun pembibitan atau nursery.

“Bahkan, pemkot juga se­dang mengkaji perubahan fungsi Taman Palupuh untuk dijadikan area kebun pem­bibitan atau nursery agar tak terus-menerus disalahguna­kan sebagai tempat yang lebih bermanfaat,” katanya kepada Metropolitan, Kamis (14/10).

Baca Juga  Buntut Tewasnya Pelajar di Bogor, Taman Palupuh Segera Alih Fungsi

Munculnya wacana tersebut bukan tanpa alasan. Tewas­nya RMP (17) yang dihabisi sesama pelajar, RA (18), menggunakan celurit di ka­wasan Taman Palupuh, Rabu (6/10), bukan kasus yang pertama kali terjadi.

Masih lekat dalam ingatan peristiwa duel gladiator an­tarsiswa SMA di Kota Bogor yang menewaskan Hilarius Christian Event Raharjo me­dio akhir Januari 2016.

Saat itu polisi menangkap tiga tersangka. Anak pasangan Maria Agnes-Raharjo itu te­was setelah bertarung satu lawan satu ala Gladiator dengan pelajar sekolah lain sembari disaksikan puluhan pelajar lainnya di Lapangan Taman Palupuh, tepatnya di belakang SMAN 7 Kota Bogor.

Permintaan evaluasi kebe­radaan sejumlah taman pun sempat diutarakan anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri. Men­urutnya, kasus berulang itu menjadi momentum untuk mengevaluasi maraknya taman yang tidak ditunjang sarana-prasarana seperti lampu penerangan.

Baca Juga  Buntut Tewasnya Pelajar di Bogor, Taman Palupuh Segera Alih Fungsi

Bahkan, Pemkot Bogor di­minta mengevaluasi kebera­daan sejumlah taman, teru­tama taman di sekitar ling­kungan sekolah, seperti Taman Palupuh untuk dijadikan PSU (Prasarana, Sarana dan Uti­litas) umum yang bermanfaat.

Sejauh ini keberadaan Taman Palupuh hanya men­jadi wadah bagi anak-anak muda untuk kongkow dan melakukan tindakan krimi­nalitas.

“Cenderung remang-remang, malah jadi tempat maksiat dan tindak kriminal. Lebih baik diganti menjadi PSU yang le­bih bermanfaat. Itu sudah tidak benar, karena hanya menim­bulkan mudarat,” tegas legis­lator dapil Bogor Utara itu. (ryn/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *