Buntut Tewasnya Pelajar Bogor, DPRD Kecam Peran KCD hingga Minta Evaluasi Fungsi Taman

by -
Dokumentasi warga.

METROPOLITAN.id – Munculnya kabar tewasnya pelajar SMA Kota Bogor akibat dibacok sesama pelaar saat berada di kawasan Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (6/10) malam, kembali mengejutkan warga Kota Bogor. Apalagi insiden ini terjadi hanya berselang kurang dari sepekan sejak Kota Bogor melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Akhmad Saeful Bakhri menyayangkan meninggalnya RMP, remaja 18 tahun yang dibacok sesama pelajar di Kota Bogor itu, yang terjadi saat PTM baru berjalan kurang dari sepekan ini.

Pihaknya pun mengecam Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor atas insiden yang menewaskan pelajar asal Babakan, Kecamatan Bogor Tengah itu.

Baca Juga  Optimalkan DD Demi Kemajuan Desa

Pria yang akrab disapa Gus M itu menilai, perlu ada evaluasi kepada KCD sebagai perpanjangan tangan Disdik Provinsi Jawa Barat, yang mengurusi pelajar dan pendidikan tingkat SMA/SMK

“Ini bukti KCD tidak mampu berkordinasi dan berkomunikasi dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor. Seharusnya KCD memaksimalkan fungsi pengawasan dan pembinaan kepada pelajar agar kejadian seperti ini tidak terjadi. Ini adalah kegagalan KCD,” tegasnya.

Legislator dapil Bogor Utara itu juga menyoroti keberadaan Taman Palupuh yang sering dijadikan sebagai tempat untuk tawuran. Menurutnya, Pemkot Bogor sudah lalai menjaga keamanan taman-taman di Kota Bogor.

Masih lekat diingatan, peristiwa duel Gladiator antar siswa SMA di Kota Bogor yang menewaskan Hilarius Christian Event Raharjo, medio akhir Januari 2016. Saat itu polisi menangkap tiga tersangka. Anak pasangan Maria Agnes-Raharjo itu tewas setelah bertarung satu lawan satu ala Gladiator dengan pelajar sekolah lain sembari disaksikan puluhan pelajar lainnya, di Lapangan Taman Palupuh, tepat dibelakang SMAN 7 Kota Bogor.

Baca Juga  Wandik Monev UNBK ke SMAN 1 Dramaga

Menurutnya kasus berulang tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi maraknya taman yang tidak ditunjang sarana prasarana seperti lampu penerangan. Pemkot Bogor diminta mengevaluasi keberadaan sejumlah taman, terutama taman yang ada disekitar lingkungan sekolah seperti taman Palupuh untuk dijadikan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas) umum yang bermanfaat.

Sejauh ini, sambung dia, keberadaan Taman Palupuh hanya menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk kongkow dan melakukan tindakan kriminalitas.

‚ÄúCenderung remang-remang, malah jadi tempat maksiat dan tindak kriminal. Selain itu, perlu adanya penambahan SDM untuk polisi taman. Itu taman lebih baik diganti menjadi PSU yang lebih bermanfaat. Itu sudah tidak benar keberadaannya karena hanya menimbulkan mudharat,” tegas Gus M.

Baca Juga  BEM Unida Adakan Seminar Kepemudaan

Gus M juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia meminta agar masyarakat sesegera mungkin melaporkan kepada aparat yang berwajib jika menemukan adanya kumpulan-kumpulan pelajar. Sebab hal tersebut bisa meminimalisir terjadinya kejadian kriminalitas.

“Kordinasi Aparatur keamanan bersama RT dan RW kembali harus ditingkatkan dgn mengajak peran serta seluruh lapisan masyarakat baik OKP, Ormas dan Muspika. Kalau ini dibiarkan, maka pembunuhan yang dilakukan oleh pelajar akan menjadi hal yang biasa dan lumrah,” tutupnya.¬†(ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *