Cinta Terlarangku Ketahuan Bunda (6)

by -
Orang Tuaku Sakit Gara-gara Kakak Pindah Agama (Habis)

Cinta Terlarangku Ketahuan Bunda (6)

Kasihan kakak iparku.

”Aku ingin bertanya sesuatu pa­damu?” tanya kakak ipar.

”Apa?”

”Apakah kamu juga memiliki perasaan yang sama sepertiku?” Pertanyaannya membuat jan­tungku nyaris copot. Apakah me­mang benar ia memiliki pera­saan yang sama sepertiku? Aku terdiam cukup lama. Menunduk dan tak bisa menjawab apa-apa. Kediamanku dianggap sebuah jawaban positif bagi kakak iparku. Ia kemudian merentangkan tangannya dan merengkuhku. Aku merasa nyaman di pelukannya. Aku merasa cintaku tak hanya bertepuk sebelah tangan. Aku begitu tergila-gila padanya.

*

Hari ini kakakku melahirkan. Aku sudah dua bulanan ini kem­bali ke rumah Bunda. Dengan alasan aku lelah dan sudah tak bisa memberinya toleransi. Te­tapi hubunganku dengan kakak iparku tetap baik dan semakin baik. Aku bertahan sebagai ke­kasih gelapnya di dalam rumah tangga kakakku sendiri.

”Bunda mau bicara, dek,” kata Bunda sambil memegang ba­huku ketika menunggu kakakku keluar dari ruang operasi.

”Apa sih bunda?,” bunda terdiam kemudian menghela napas pan­jang seperti sedang mengatur kata-kata. ”Kamu mencintai kakak iparmu?” pertanyaan bunda ba­gaikan petir di hari itu.

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *