Cinta Tulus tak Pernah Dianggap, buat Apa Mempertahankannya? (4)

by -
Asyik Berteman di Dunia Maya tapi Kaku di Dunia Nyata (Habis)

Cinta Tulus tak Pernah Dianggap, buat Apa Mempertahankannya? (4)

AKU selalu mengiyakan kemana ia mengajakku untuk apa yang ia laku­kan, seperti menemaninya ke beng­kel dan juga bermain futsal walau dulu aku tidak suka bola sejak ber­samanya belajar menyukai apa yang ia suka.

Setelah aku belajar menyayanginya, tetaplah cinta kami bukan cinta bi­asa. Aku masih belum diakui sebagai pacarnya ataupun sebagai calon istrinya. Selama tiga tahun bersama dan mencoba belajar mengikuti ke­egoisannya akhirnya aku pun diting­gal. Baginya lebih baik masuk penja­ra dibandingkan harus menikah denganku yang sudah mendamping­inya saat dia susah dan dia butuh bantuan. Aku selalu ada untuknya, namun hatiku kosong dan aku pun tertekan dengan hubungan yang tak pernah diakui olehnya.

Baca Juga  Cinta Tulus tak Pernah Dianggap, buat Apa Mempertahankannya? (3)

Kecemburuan dan juga rasa iriku terhadap pasangan lain juga mem­buatnya tidak mau menganggapku ada. Seringnya aku menangis berdoa pada Tuhan untuk selalu diberi ke­tabahan mendampinginya. Walau dia berasal dari keluarga yang tidak mampu namun aku tak pernah me­nyinggung soal harta ataupun tingkat sosial kami. Karena cinta tidak akan memandang harta tapi cinta meman­dang ketulusan dan kesungguhan hati. Hampir tiga tahun aku bertahan dengan tekanan batin yang terkadang tak sanggup lagi kujalani, dan selalu meminta Tuhan panggil aku.

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *