Datangi Pembacok Pelajar hingga Tewas, Bima Arya : Kalau Cukup Umur, Proses Secara Hukum!

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya mendatangi pelaku kekerasan pelajar hingga tewas di Mapolresta Bogor Kota, Jumat (8/10). (Dok Prokompim Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Usai terkuaknya kasus kekerasan yang melibatkan pelajar hingga menyebabkan satu orang pelajar tewas, Wali Kota Bogor Bima Arya menyempatkan diri untuk mendatangi Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Jumat (8/10).

Bima Arya ingin menemui RA (18), pelaku kasus pembacokan RMP (18) di kawasan Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara. RA menyerang RMP dengan senjata tajam hingga tewas

Menurutnya, peristiwa beberapa hari lalu yang menimbulkan korban jiwa ini menjadi atensi bersama.

“Saya mengunjungi rumah duka, berbelasungkawa atas kejadian ini dan menyampaikan pesan keluarga yang saya sampaikan kepada Pak Kapolresta agar hukum ditegakkan,” katanya.

Ia percaya Kapolresta Bogor Kota dan jajaran akan melakukan proses investigasi, proses hukum yang betul-betul profesional. Sehingga bisa mengungkap persoalan ini seperti apa.

Baca Juga  Dewan Minta Pelajar Diangkut Kendaraan Khusus selama PTM

Bima Arya juga berharap agar pelaku dihukum maksimal supaya ada efek jera dan menjadi pembelajaran untuk pelajar lainnya sebelum melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain dan diri sendiri. Yang terpenting, kata dia, adalah efek jera secara individu.

“Itu yang saya maksud hukum harus ditegakkan. Tidak boleh ada yang lolos, tidak boleh ada pembiaran. Apalagi kalau sudah cukup umur untuk proses secara hukum, maka akan dikenakan sesuai hukum yang berlaku. Ancaman bisa hukuman mati kalau bisa dibuktikan berencana membunuh,” tukasnya.

Bima Arya menambahkan, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah mengambil langkah cepat dengan memberikan sanksi penghentian sementara aktivitas Pelajaran Tatap Muka (PTM) di dua sekolah yang terlibat.

Baca Juga  Kejar Target Vaksinasi Diakhir Tahun, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Gandeng IDI

“Kita tidak ingin ada ekses yang lain dari peristiwa ini. Saya kira harus betul-betul diputus mata rantai ini, tidak ada-ada yang berlanjut dari sini. Kita imbau untuk semua menahan diri karena kami akan bertindak tegas kepada siapapun yang menjadi ekses dari peristiwa ini,” pungkasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *