Di PPKM Level 3 Pelaku Usaha Jasa Pariwisata Masih Merugi

by -
ILUSTRASI

METROPOLITAN.id – Pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Bogor masih terseok-seok untuk bangkit pasca pandemi covid-19 melanda. Apalagi saat ini masih ada sejumlah pembatasan yang dilakukan seperti yang diatur dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

“Sekarang memang sudah mulai pengujung berdatangan ke hotel atau vila-vila. Tapi tidak banyak hanya sedikit, beda dengan sebelum pandemi,” kata owner Outing Camp 69, Ade Setiawan.

Ia berharap ada kebijakan khusus yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang berdampak kepada meningkatkan minat wisata di Kabupaten Bogor. Sebab, meski promosi telah dilakukan secara masif oleh pelaku jasa wisata, Ade mengaku belum cukup mendongkrak wisatawan untuk dateng ke Bogor.

Baca Juga  Jokowi Sapa Sandiaga Sahabat Baik saat buka Pidato Kenegaraan

“Setelah PPKM dilonggarkan kita pun langsung tancap gas dengan melakukan promosi. Tapi tetap hasilnya belum maksimal. Jadinya belum ada keuntungan yang kita dapat, kita masih merugi karena kita masih harus mengeluarkan biaya operasional yang cukup besar dengan pemasukan yang minim,” paparnya.

Meski jalur puncak kerap ramai diakhir pekan, tidak lantas membuat kunjungan wisata di puncak meningkat. Sebab dengan diberlakukannya PPKM level 3 masih banyak tempat wisata yang belum beroperasi.

“Kalau rema yah memang, tapi kebanyak mereka datang ke kebun teh hanya nongkrong-nongkrong. Sedangkan untuk selebihnya banyak juga yang hanya melintas,” kata Ade.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Denu Humaedi mengatakan, saat ini sejumlah tempat wisata sedang menanti kebijakan dari pemerintah pusat ihwal penurunam status PPKM. Sebab semenjak diberlakukannya PPKM ataupun aturan sebelumnya seperti PSBB banyak tempat wisata yang ditutup sementara.

Baca Juga  Bos Perumda PPJ Bogor Rombak Susunan Kepala Pasar, Ini Nama-Namanya

“Jika masuk PPKM level 2 dimungkinkan ada penambahan pelonggaran dari sebelumnya. Makanya sudah banyak tempat wisata yang bersiap-siap untuk beroperasi kembali,” kata Deni.

Ia juga meminta agar pengelola tempat wisata maupun pengujung sadar akan peraturan yang berlaku di masa PPKM ini. Seperti penerapan protokol kesehatan, penetapan jam operasional serta kuota pengujung, karena dengan begitu dapat mengantisipasi penularan covid-19 di lokasi wisata.

“Jika sebaliknya aturan tersebut tidak diindahkan maka akan menjadi penghambat kedepan,” sambung Deni. (mam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.