Dipukul Senior, Mahasiswa UIKA Keukeuh Lapor Polisi

by -

METROPOLITAN – Rentetan buntut permasalahan tindak kekerasan yang dilakukan oknum mahasiswa Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor masih terus bergulir hingga saat ini. Pada Rabu (6/9), pihak rektorat memanggil seluruh pihak terkait untuk dilakukan musyawarah dengan memanggil korban bernama Fajril Miftahul Qirom bersama kuasa hukumnya, dengan pihak terlapor yaitu IY di ruang rapat gedung Rektorat UIKA Bogor.

Kuasa hukum Fajril dari Sembilan Bintang Partners Lawfirm, Rudi Maulana, menjelaskan, hasil dari musyawarah pihak korban, pelaku dan pihak kampus masih belum menemukan titik terang. ”Intinya, hasil musyawarah akan diputuskan besok pukul 09:00 WIB,” terang Rudi.

Rudi melanjutkan, secara tegas pihak kampus meng­inginkan adanya perdamaian secara kekeluargaan dan tidak perlu dibawa ke jalur hukum. ”Tetap dari pihak kampus menginginkan ada proses perdamaian dan diselesaikan secara kekeluargaan,” sam­bungnya.

Baca Juga  Atmosfer Persaingan Semakin Kental

Secara gamblang, kata dia, pihak kampus mengakui ba­hwa Irfan sebagai pelaku pemukulan dari Fakultas Teknik Sipil UIKA Bogor itu memang melakukan tindak kekerasan terhadap kliennya. ”Tapi secara tegas tadi pihak kampus menyampaikan ba­hwa memang yang bersang­kutan (Irfan) atau yang di­duga melakukan pengani­ayaan itu ternyata memang terbukti atau bersalah. Maka secara mekanisme kampus akan ditindak juga,” ungkap­nya.

Sementara itu, lanjut Rudi, kliennya yakni Fajril tidak menginginkan jalur damai secara kekeluargaan. Sebab, Fajril sempat memberikan jeda waktu bagi Irfan untuk sekadar meminta maaf sebe­lum benar-benar dilaporkan ke pihak berwajib. ”Kami in­tinya tergantung permintaan klien. Saat ini klien kami me­mang menginginkan masuk dalam proses hukum untuk menimbulkan efek jera bagi si pelaku,” ujarnya.

Baca Juga  Dari Bupati Sampai Sekda Hadiri Halal Bihalal Uika

Di sisi lain, Wakil Rektor 3 UIKA, Dedi Supriadi, menga­takan, sebaiknya mahasiswa yang terkena pukulan tersebut memaafkan dan tidak mem­bawa kasus tersebut ke jalur hukum. ”Saya harap agar di­selesaikan secara kekeluar­gaan. Saya harap semua ma­hasiswa di UIKA bisa saling menjalin tali kekeluargaan yang erat,” ujarnya.

Di Kampus UIKA sendiri, sambung dia, memiliki pedo­man kemahasiswaan di mana nantinya akan memberikan sanksi kepada yang melakukan kekerasan. ”Nanti dikaji si pemukul ini harus diberikan sanksi apa. Si pemukul juga melakukan kesalahan sebe­rat apa. Baru nanti kita kelu­arkan sanksi bagi si pemukul. Ya semoga musyawarah se­lanjutnya bisa menemukan kemufakatan yang seimbang,” tandasnya.

Sebelumnya, telah terjadi tindak kekerasan oleh maha­siswa semester sembilan Irfan Yoga (IY) dari Fakultas Teknik Sipil UIKA Bogor kepada ma­hasiswa semester lima beri­nisial Fajril Miftahul Qirom (FMQ) dari Fakultas Agama Islam pada Sabtu (25/9).

Baca Juga  UIKA siap Berikan Sanksi Skorsing Hingga DO Bagi Terduga Pelaku Penganiayaan

Penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (25/9) sekitar pu­kul 16:00 WIB. Di mana saat itu korban bersama rekan-rekannya tengah asyik ber­diskusi sembari berkumpul. Namun secara tiba-tiba Irfan yang merupakan mahasiswa semester sembilan dari Juru­san Teknik Sipil itu mengham­pirinya dan langsung mengay­unkan pukulan tepat di ba­gian muka Fajril. (far/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *