Dishub Kota Bogor Gelar Sosialisasi Pra-Operasional Transpakuan BTS

by -

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Per­hubungan (Dis­hub) Kota Bogor menggelar so­sialisasi angku­tan umum per­kotaan pra-operasional koridor Transpakuan dengan skema Buy The Service (BTS) Kota Bogor di kantor Dishub Kota Bogor, Jalan Tajur, Kota Bogor, Senin (4/10) siang.

Tak kurang dari 60 orang diundang untuk mengikuti sosialisasi ini. Ter­diri dari berbagai elemen transportasi, mulai dari badan hukum hingga Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo, menuturkan, pelaksanaan bus BTS di Kota Bogor sudah tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), di mana semua pihak harus bisa menjamin kelancaran pelaksanaan program BTS di Kota Bogor.

”Bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), kami tularkan ilmu dan pengetahuan soal BTS agar mereka yang hadir ini menyampaikan lagi ke bawah. Total 120 orang, besok (5/10) kami sosialisasi ke pengem­udi,” katanya kepada Metro­politan, Senin (4/10) siang.

Baca Juga  Santri di Bogor Ngarep Bisa Mudik

Ia menjabarkan ada bebe­rapa hal yang disampaikan dari sosialisasi, mulai dari rencana operasional, rencana waktu operasi, titik lintasan, skema kelancaran dan kea­manan hingga peran-peran dari berbagai stakeholder transportasi di Kota Bogor. Termasuk aturan operasional dan Standar Operasional Pro­sedur (SOP) yang berlaku di bus skema BTS. Tujannya agar berbagi peran untuk kelan­caran semuanya agar yang tidak paham menjadi paham.

”Harus membiasakan diri dengan aturan main di BTS. Nah, tugas Pemkot Bogor un­tuk tahap pra-pelaksanaan BTS di Kota Bogor salah sa­tunya itu. Jadi sejak awal, keterlibatan teman-teman yang hadir di sini ini sangat diperlukan untuk kelancaran program BTS,” tukasnya.

Sejauh ini, sambung dia, ada dua koridor yang disiapkan untuk mengaspalnya 26 bus BTS dari total 75 unit bus se­suai dalam kontrak. Namun pihaknya masih mematangkan koridor mana saja yang akan pertama kali menjadi ’trayek’ dari bus BTS. ”Tergantung kesiapannya. Apakah koridor 1 dan 2, atau koridor 1 dan 4, ini masih proses. Yang jelas harus sudah ada yang dikon­versikan di koridor itu, satu bus untuk tiga angkot,” tandas Danjen, sapaan karibnya.

Baca Juga  Akhirnya Dishub Pasang Rambu di JLD

Terkait kesiapan sarana-prasarana di lapangan, tak kurang dari 12 shelter tengah diperbaiki dan dipoles. Seba­nyak 24 shelter yang meru­pakan milik pemerintah pusat tengah dirombak total agar halte bus BTS sesuai SOP. Untuk petugas di shelter akan menjadi kolaborasi antar BPTJ, Dishub, badan hukum hingga Organda untuk kelan­caran program BTS.

”Kan ada CCTV, pengen­dali mutu hingga petugas yang menunggu di setiap halte. Jadi kan semua itu terlapor, baik di halte mau­pun di bus. Di bus juga ada kamera, di mana kecepatan­nya terlapor, harus pakai seragam, makanya di bebe­rapa daerah lain ada yang kena penalti. Tapi kan ini paradigma baru penataan sistem transportasi angkutan umum, makanya perlu ko­laborasi sejak awal,” jelas Danjen.

Baca Juga  SIAP-SIAP KHUSUS ADA BUS JALUR TPK

Sementara itu, Kasubdit Angkutan Orang pada BPTJ, Saptandri Widiyanto, menu­turkan, sosialisasi ini sangat perlu karena pihaknya ingin agar program BTS segera ter­laksana di Kota Bogor. Dalam salah satu persyaratannya, program ini harus mengha­dirkan bus baru. Pihaknya pun mendorong Perusahaan Dae­rah Jasa Transportasi (PDJT) sebagai pemenang lelang segera merealisasikan kewa­jiban menyediakan bus baru untuk enam koridor.

”Kita mau cepat, tapi kita mengerti karena program BTS ini butuh penyiapan dan peny­ediaan bus baru sesuai per­syaratan. Untuk launching, kita tunggu kesiapan PDJT yang berpartner dengan PT Kodjari dan Lorena dalam menyediakan busnya. Sosia­lisasi ini kita sampaikan apa-apa tentang BTS. Harapannya segera direalisasikan dan di-launching,” tuntasnya. (ryn/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *