DPRD Tagih Disdik soal Laporan Evaluasi PJJ di Bogor

by -
ILUSTRASI. (Dok. Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor melalui Komisi IV mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk menyerahkan laporan evaluasi selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kota Bogor.

Mengingat, saat ini Kota Bogor sudah memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti. Menurutnya, Komisi IV ingin mengetahui laporan PJJ yang sudah berjalan selama kurang lebih dua tahun di Kota Bogor.

“Komisi IV ingin mengetahui, bagaimana laporan PJJ yang sudah berjalan selama kurang lebih dua tahun ini. Nantinya ini kan jadi evaluasi dan akan menjadi landasan dalam menjalankan PTM juga,” katanya kepada wartawan, baru-baru ini.

Baca Juga  Bos Pdam Terpilih Dilantik Akhir Maret

Ia menambahkan, laporan evaluasi itu harus mencakup laporan pelaksanaan kurikulum pembelajaran, proses penilaian hingga hal teknis terkait pembelajaran. Sebab, kata dia, PJJ dan PTM tentu akan berbeda kurikulum dan metode pembelajaran serta penilaian yang dilakukan.

Di dalamnya, kata Endah, mestinya ada juga laporan terkait pemantauan kesehatan mental anak-anak.

“Jangan sampai, saat PTM digelar, anak-anak langsung dibebankan tugas yang menumpuk, sehingga mengganggu kesehatan mental mereka,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kesehatan mental anak-anak menjadi penting. Mengingat berdasarkan data dari survei yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) University, menunjukkan munculnya penyakit baru di masyarakat selama pandemi Covid-19 berlangsung. Yakni penyakit mental dan hipertensi.

Baca Juga  Kecamatan Cibinong dan Cileungsi Jadi Wilayah Penularan Covid-19 Tertinggi di Kabupaten Bogor

Selain itu, data menunjukkan bahwa paling banyak yang mengalami penyakit mental yakni mahasiswa. Sedangkan ibu rumah tangga, tokoh agama, pensiunan dan pengusaha perorangan mengalami penyakit hipertensi paling banyak.

Endah pun meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dan Disdik Kota Bogor agar menyiapkan penanganan secara serius.

“Pendekatan kita untuk aspek kesehatan berupa obat dan sebagainya harus ditingkatkan,” tutupnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *