Guru Penggerak Bisa Bangun Peradaban

by -

METROPOLITAN – Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Iwan Syahril, mengingatkan kepada calon Guru Penggerak angkatan, jika pekerjaan di bidang pendidikan adalah sebuah upaya membangun peradaban lebih baik lagi. Hal itu dikatakan Iwan dalam pembukaan Program Guru Penggerak Angkatan ke-4 se­cara daring.

“Bukan hanya mengajar dan mendidik atau membahas kurikulum dan hasil belajar, namun untuk melahirkan generasi pembaharu yang akan menjawab panggilan dan tan­tangan zaman, baik masa kini maupun masa depan,“ ungkap Iwan, pekan lalu.

Melalui Program Guru Peng­gerak, sambung Iwan, pe­merintah ingin menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara, yakni membangun ekosistem pen­didikan di Indonesia yang merdeka dalam belajar serta selalu berpihak kepada pe­serta didik. “Berpihak kepada murid inilah yang harus men­jadi orientasi utama setiap pendidik dan pemangku ke­pentingan pendidikan di In­donesia,” tutur Iwan.

Sementara itu, Direktur Ke­pala Sekolah, Pengawas Se­kolah dan Tenaga Kependi­dikan, Praptono, menuturkan, program pendidikan calon guru penggerak dilaksanakan untuk memantapkan empat pilar pendidikan guru peng­gerak, yaitu kepemimpinan pembelajaran, pembelajaran yang berdiferensiasi, pembe­lajaran sosial dan emosional serta komunitas praktik.

Baca Juga  Kepsek Bogor Diminta ‘Peka’

“Pendidikan ini tentunya untuk mewujudkan rasa nya­man, bahagia kepada peser­ta didik kita yang semuanya itu dapat ditunjukkan melalui sikap dan emosi positif ter­hadap satuan pendidikan. Bersikap positif terhadap proses akademik dan merasa senang mengikuti kegiatan di satuan pendidikan,” beber Praptono.

Selain 8.053 calon guru peng­gerak, program pendidikan selama sembilan bulan ini juga akan melibatkan para pengajar praktik sebanyak 1.641 peserta, fasilitator se­banyak 549 peserta dan akan melibatkan para instruktur terbaik sebanyak 50 orang.

Sebelumnya, sebanyak 2.395 dari 2.460 calon guru peng­gerak dan 507 pengajar prak­tik telah lulus mengikuti Pen­didikan Guru Penggerak angkatan 1. Sementara seba­nyak 2.800 calon guru peng­gerak dan 564 pengajar prak­tik masih mengikuti Pendidi­kan Guru Penggerak angkatan 2.

Baca Juga  Marching Band SMPN 1 Bogor akan Terbang ke Thailand

Saat ini para calon Guru Penggerak angkatan 2 sudah menyelesaikan modul paket 3 dan akan masuk ke lokaka­rya ke-6 serta pendampingan individu ke-5. Sementara itu, calon Guru Penggerak ang­katan 3 telah menyelesaikan modul 1.4, dan akan masuk ke pendampingan individu dan lokakarya ke-3.

“Melalui Program Guru Peng­gerak, kita akan mengubah paradigma kepemimpinan pendidikan Indonesia, dari paradigma kepemimpinan yang berfokus kepada admi­nistrasi pendidikan menjadi paradigma kepemimpinan yang berfokus pada pembe­lajaran murid,” pungkas Iwan. (jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *