Hari Santri Jadi Momentum Jaga Nilai Luhur Pendidikan

by -
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Sismanto

METROPOLITAN.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menilai peringatan hari santri setiap 22 Oktober bisa dijadikan momentum untuk menjaga nilai-nilai luhur pendidikan.

Menurut Rudy, santri adalah simbol manusia Indonesia yang gigih menuntut ilmu, berakhlak mulia, dan berjiwa nasionalisme.

“Saya berpendapat nilai-nilai kebaikan yang ada pada santri bisa ditularkan kepada murid di lembaga pendidikan reguler kita,” ujar Rudy, Kamis (21/10).

Politisi Gerindra ini berharapĀ sektor pendidikan reguler meniru cara yang ditempuh pondok pesantren dalam menumbuhkan nasionalisme kepada siswa.

Bagi Rudy, pendidikan karakter yang diajarkan kyai kepada santri bukan hanya berorientasi pada akhlak individual dan akhlak sosial, tapi juga akhlak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  SMP Kamadika Terus Berbenah Diri

“Pendidikan karakter menjadi hal yang lebih utama dibanding pengajaran ilmu pengetahuan. Karena itu peranan lembaga pendidikan sangat dibutuhkan untuk mencetak generasi yang pintar dan berkarakter juga cinta kepada tanah airnya,” ungkapnya.

Hari santri yang diperingati setiap 22 Oktober syarat dengan nilai-nilai patriotisme. Resolusi jihad yang merupakan produk musyawarah kalangan kyai melatarbelakangi perlawanan 10 Nopember 1945 di Surabaya yang peristiwa tersebut diabadikan menjadi Hari Pahlawan Nasional.

“Nilai-nilai kesantrian bahwa membela negara wajib hukumnya bagi tiap-tiap warga negara semakin relevan hari ini,” kata Rudy.

Tak hanya itu, tokoh pendidikan nasional kita, Ki Hadjar Dewantara, mewarisi hubungan interaksi guru murid dalam semboyan ‘Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tutwuri Handayani’ yang berarti memberikan teladan, meningkatkan kemampuan, dan menghadirkan motivasi.

Baca Juga  Bogor Wilayah Agraris, Petaninya Harus Dilindungi

Atas dasar itu, Rudy meminta agar inovasi di sektor pendidikan tidak hanya soal mengupgrade aspek material, seperti merehab gedung dan pengadaan peralatan.

Akan tetapi, yang tak kalah penting adalah membawa nilai-nilai luhur yang diajarkan para pendahulu bangsa sesuai dalam konteks kekinian.

“Siswa harus dikenalkan sejarah bangsanya, karena melalui sejarah suatu bangsa akan sadar secara sempurna tentang dirinya sendiri,” pungkasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.