Hati-Hati Melintas di Jalanan Kota Bogor, 120 Pohon Masuk Kategori Merah

by -
ILUSTRASI. (Foto:Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Insiden jatuhnya dahan pohon beringin di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor, yang menyebabkan pengendara asal Dramaga, Kabupaten Bogor, tewas di lokasi membuat masyarakat mesti waspada saat melintas di jalan-jalan Kota Bogor.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) mencatat, setidaknya ada 816 pohon berbagai jenis yang terdata pada program KTP pohon dan tersebar di berbagai wilayah di Kota Bogor. Dari jumlah tersebut, 120 pohon atau setara 15 persen diantaranya berstatus kategori merah atau rawan karena tingkat keropos yang tinggi.

Menurut Kepala Bidang Pertamanan Penerangan Jalan Umum dan Dekorasi Kota pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Irfan Zacky, pihaknya melakukan pendataan usia dan kekuatan pohon dalam program KTP pohon di Kota Bogor, sejak 2016 hingga tahun 2020.

“Berdasarkan data terakhir, sudah ada 816 pohon yang terdata di Kota Bogor. Dari 816 pohon tersebut, sebanyak 120 pohon berkategori merah, 23 pohon berkategori coklat, 170 pohon berkategori kuning dan 503 pohon berkategori hijau,” katanya kepada Metropolitan.id, Senin (11/10).

Baca Juga  Belum Maksimal Jadi Sentra Kuliner Legendaris Bogor, Dedie Rachim : Harus Ada Perbaikan di Teras Surken

Ia menambahkan, dalam dua minggu kedepan pihaknya akan terus melakukan pemangkasan dan penebangan di beberapa titik rawan dahan patah ataupun pohon tumbang. Beberapa titik jalan yang dianggap rawan diantaranya Jalan Gunungbatu, Jalan Dr Semeru, Jalan Dadali, Yasmin dan sepanjang Jalan Pajajaran.

“Pemetaan sudah barang tentu kami laksanakan. Pemeliharaan pohon akan terus digalakkan, setiap hari empat tim kami sebar ke beberapa titik yang pohon-pohonnya rawan patah ataupun tumbang,” tukasnya.

Namun diakuinya, ada beberapa hal yang diluar perkiraan atau kendali pemerintah. Pihaknya pun meminta masyarakat tetap selalu hati-hati dan waspada apabila melintas dibawah pohon-pohon. “Apalagi waktu hujan dan angin besar,” imbuhnya.

Memang, tewasnya pengendara sepeda motor tertimpa dahan pohon saat melintas di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor, Minggu (10/10) lalu, membuka mata khalayak soal kondisi pohon-pohon yang ada Kota Bogor.

Baca Juga  Wakil Rakyat Garap Perda Lingkungan Hidup untuk 30 Tahun ke Depan

Apalagi, dahan pohon beringin yang menewaskan warga Dramaga, Kabupaten Bogor itu justru bukan pohon berstatus merah, tapi berstatus hijau alias masih sehat dengan tingkat keropos masih diatas 70 persen.

“(Yang dahannya jatuh itu pohon) Beringin. Statusnya kategori hijau. Artinya pohon masih sehat. Tingkat keroposnya masih diatas 70 persen,” katanya kepada Metropolitan.id, Senin (11/10).

Ia menambahkan, pohon dengan status kategori hijau juga tidak lepas dari potensi kerawanan. Apalagi pohon-pohon dengan dahan dan ranting-ranting yang rawan patah.

“Seperti misalnya pohon Angsana, pohon mahoni atau pohon kersen. Itu juga rawan. Makanya kadang status hijau juga tetap harus hati-hati dan waspada,” ujarnya.

Dari beberapa pohon-pohon yang ada di beberapa ruas jalan di Kota Bogor, ada beberapa jalan yang punya tingkat kerawanan cukup tinggi. Seperti Jalan Pemuda, Jalan Dadali, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pengadilan, Jalan Sawojajar hingga sepanjang Jalan Pajajaran.

Baca Juga  Genap 200 Tahun , Tugu Rafflesia Jadi Ikon Baru Krb

“Antara lain jenis pohon itu. Masih banyak juga yang rawan patah dahan dan ranting-rantingnya,” tukas Irfan.

Sebelumnya, kecelakaan lalulintas terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tanahsareal, Kecamatan Tanahsareal pada Minggu (10/10) sore. Seorang pengendara sepeda motor, M Genta Dedi (17) tewas seketika usai tertimpa dahan pohon.

Informasi dihimpun, kejadian ini terjadi sekitar pukul 17:00 WIB. Di mana, warga Perumahan Bumi Kartika Dramaga, Kabupaten Bogor itu tengah melintas menuju jalan Air Mancur.

Namun, pada saat remaja ini melintas tepat di depan Caffe Teras Dara, sebuah dahan pohon yang sudah lapuk tiba-tiba saja patah lalu menimpa korban. Korban ditemukan tergeletak di TKP dengan luka pada bagian wajah. Masyarakat yang melihat kejadian ini pun langsung melaporkan hal ini ke Polsek Tanah Sareal agar korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Nahas, nyawa korban tidak bisa tertolong meski sudah dilarikan ke Rumah Sakit PMI Bogor. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *