Hujan Terus, Tanah Tergerus

by -

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten dan Kota Bogor membuat banyak lahan tergerus. Curah hujan yang tinggi membuat kontur tanah menjadi labil hingga mengakibatkan longsor.

KAMIS (28/10), longsor ter­jadi di kawasan Puncak, Bogor. Tepatnya di Desa Bendungan, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi. Bencana serupa juga menerjang Kampung Mulya­sari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, hingga mengaki­batkan tebingan setinggi 15 meter ambrol dan nyaris me­nimpa salah satu rumah war­ga.

Danpos Koramil Ciawi Peltu Edi Rasbani mengatakan, tang­gul longsor di Desa Banjarwangi menerjang kampung di RT 02. “Hujan yang lebat selama satu jam menyebabkan tang­gul penahan tanah longsor menutup saluran Telukpinang di Desa Banjarwangi,” terang­nya.

Meski tak ada korban, ia te­tap meminta warga waspada. Mengingat saat ini memasuki musim hujan. “Kami imbau untuk waspada. Karena cuaca hujan terus, tanahnya jadi ra­wan tergerus,” imbaunya.

Baca Juga  Jalan Cibanteng-Ciampea Diguyur Hujan

Kabid Kedaruratan dan Lo­gistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ka­bupaten Bogor Aris Nurjat­miko mencatat, di wilayahnya sampai malam ini terdapat sembilan titik bencana. Ter­diri dari delapan titik bencana tanah longsor dan satu titik rumah warga yang tersambar petir. ”Tersebar di Kecamatan Ciawi, Kecamatan Megamen­dung, dan Kecamatan Tam­ansari,” beber Aris.

Akibatnya, enam KK yang terdiri dari 13 jiwa terdampak bencana. Sedangkan, untuk dampak materi tercatat empat unit rumah mengalami rusak ringan dan satu rumah men­galami rusak sedang. ”Korban jiwa atau luka-luka nihil,” te­rangnya.

Di Kota Bogor, tanah tergerus alias longsor juga terjadi di Kampung Mulyasari, Kecama­tan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Theofilo Patrocinio mengatakan, peristiwa itu ter­jadi saat hujan deras melanda wilayah Bogor sejak siang hingga sore hari.

Theo mengungkapkan, ting­ginya curah hujan menyebab­kan tanah menjadi labil se­hingga mengakibatkan long­sor. ”Diduga tanah labil, kemudian diguyur hujan secara terus-menerus se­hingga tanah tebingan se­tinggi 15 meter itu tergerus dan longsor,” kata Theo.

Baca Juga  Hujan Disertai Petir, Warga Bogor Dihantui Pohon Tumbang

Theo menambahkan, dalam peristiwa tersebut, satu rumah warga yang dihuni empat orang ikut terancam lantaran loka­sinya persis berada di bibir tebing tanah.

Berdasarkan laporan yang diterima, ada sebelas titik ben­cana yang terjadi sampai tadi malam. Terdiri dari enam bencana tanah longsor, dua pohon tumbang, satu tembok pembatas ambruk, dan satu dinding rumah warga jebol.

”Data sementara ini yang dilaporkan ada sebelas titik bencana. Belum termasuk kejadian di Sukasari dan Bo­jongkerta. Saat ini personel menuju lokasi,” ujar Theo da­lam keterangannya, Kamis (28/10).

Bencana itu tersebar di lima wilayah kecamatan, yakni Bo­gor Utara, Bogor Tengah, Bo­gor Timur, Bogor Selatan, dan Bogor Barat. Terbanyak be­rada di wilayah Bogor Selatan mencapai lima titik bencana. ”Yang tidak ada hanya Keca­matan Tanahsareal,” tambah­nya.

Baca Juga  Pindahkan Hujan Jakarta, 10 Ton Garam Ditabur ke Awan Selat Sunda

Dari kejadian tersebut, la­njutnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Hanya saja, bencana yang terjadi me­nyebabkan 14 rumah, dua kontrakan, satu jalan akses warga serta satu jembatan, dan dua mobil terdampak.

“Totalnya sementara ini 22 KK dengan 55 yang ikut ter­dampak. Personel sudah mela­kukan asesmen dan penanga­nan darurat, serta pendistri­busian bantuan darurat ber­upa terpal,” ungkapnya.

Sementara itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor sejak Kamis siang juga mengakibatkan tinggi muka air di Bendung Katulampa meningkat. Berdasarkan la­poran dari pos pemantauan, ketinggian air Bendung Ka­tulampa mencapai 110 sen­timeter atau berstatus siaga 3.

Dengan naiknya status Ben­dung Katulampa menjadi siaga 3 maka warga yang ting­gal di bantaran Sungai Ciliwung diminta waspada terhadap kemungkinan terjadinya ban­jir. (rb/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.