Ikut Pelatihan di P4S, Petani Milenial NTT: Seperti Ketiban Durian Runtuh

by -

METROPOLITAN.ID – – Program 2,5 juta petani milenial yang digaungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo hingga kini terus berjalan. Salah satunya melalui program Pelatihan Keterampilan Bisnis Kewirausahaan dan Magang melalui program Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (IPDMIP).

Kegiatan ini diikuti 30 petani milenial dari berbagai daerah. Pelatihan dibagi menjadi dua termin. Pertama berlokasi di BBPP Batu, Jawa Timur pada 19-23 September 2021. Kedua adalah giat magang yang dihelat di

Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Petani Muda Keren, Buleleng, Bali. Pelatihan berlangsung selama sepekan lebih, 2-3 Oktober 2021.

Salah seorang peserta Albertus Budiman Katu mengaku mendapat banyak pengetahuan selama mengikuti pelatihan. Program pelatihan yang digelar Kementan ini, kata dia, memberikan pemahaman dan wawasan keilmuan pertanian yang komprehensif.

Albertus menjelaskan ada empat materi inti yang diberikan. Pertama mengenai pengenalan P4S Petani Muda Keren. Fokus materinya memetakan jenis wirausaha yang akan dikembangkan peserta, menentukan mitra kerja, hingga membuat manajemen rantai suplai produk yang efektif. “Benar-benar full skill, seperti kena durian runtuh. Gratis, dapat banyak ilmu,” jelas Albertus.

Baca Juga  Sebelum Dicabuli, ABG Bogor Diajak Mabuk Ketiga Pelaku

Materi selanjutnya yang menarik adalah Studi Banding Smart Farming. Di sini, lanjut Albertus, rekan-rekannya diajarkan mengenai pemanfaatn digital marketing, internet of think, dan mekanisme pertanian. “Ini selaras dengan Visi Pak Menteri Pertanian, melahirkan petani milenial berbasis digital. Sangat aplikatif (program pelatihannya),” jelas Albertus.

Dia juga mengungkapkan kalau seluruh peserta mendapat pelatihan ihwal pengembangan usaha padi organik. Mulai dari tata kelola usaha, mekanisasi, pra dan pasca panen. “Semua dibahas secara detail dan menyeluruh. Banyak sekali materi-materi berbobot yang kami dapatkan,” ungkap dia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa P4S sebagai pusat pembelajaran dari petani untuk petani memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian.

Baca Juga  Waspada.. Kasus Covid-19 Kota Bogor Terus Melonjak, Sepekan Terakhir Saja Muncul 121 Kasus Baru

“Khususnya dalam memenuhi kecukupan kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Pengembangan Pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi informasi harus senantiasa dilakukan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani, walaupun kita masih didera wabah Covid 19,” ujar dia melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (12/10). Dedi juga mengharapkan sistem ini dapat direplikasi keseluruh wilayah Indonesia.

“P4S sebagai pusat pembelajaran bagi petani harus mampu terus menerus berkreativitas untuk peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi. Sehingga muncul banyak pemuda tani atau petani milenial yang kreatif dan inovatif lainnya dalam mengembangkan usaha di sektor pertanian,” kata Dedi.

Kolaborasi Perkuat Daya Saing Sektor Pertanian 

Adapun P4S sendiri merupakan lembaga pelatihan pertanian dan pedesaan yang didirikan, dimiliki, dan dikelola oleh petani secara swadaya baik perorangan maupun berkelompok.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo berharap P4S dapat berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian, yaitu dalam bentuk pelatihan/permagangan bagi petani dan masyarakat di wilayahnya.

Baca Juga  Ramai-Ramai Pelototi Proyek Perpustakaan Daerah

Dia mengatakan, saat ini pertanian menghadapi tantangan yaitu untuk mencukupi pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.”Karena itu harus dipastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air. Ketahanan pangan bisa ditempuh melalui pendampingan petani untuk meningkatkan produksi, turun ke lapangan untuk sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” jelas SYL.

Menteri SYL menambahkan, perlahan orientasi petani di Indonesia dapat diisi 20 persen petani muda tersebut yang bisa diawali kolaborasi mewujudkan pertanian pendekatan digital. Karena itu, pihaknya bersama beberapa mitra usaha berupaya melakukan transformasi digital dan bahu membahu membangun sarana pertanian yang lebih unggul untuk beberapa tahun ke depan.(tob/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.