Imbas Aksi Pembacokan Pelajar Hingga Tewas, Wakil Rakyat di Bogor Surati Disdik Jabar

by -

METROPOLITAN.id – Komisi lV DPRD Kota Bogor melayangkan surat ke Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat terkait kasus pembacokan pelajar hingga menyebabkan korban tewas.

Pemanggilan tersebut rencananya dilakukan di gedung DPRD Kota Bogor pada Selasa (12/10).

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie Prihatin Sultani mengatakan, pemanggilan tersebut untuk meminta tanggungjawab pengawasan di jenjang SMA/SMK, lantaran tak hanya kasus di Jalan Palupuh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Namun, kasus serupa juga sempat terjadi hingga menimbulkan korban jiwa.

“Kejadian kemarin bukan semata-mata warga Kota Bogor tapi juga warga Jawa Barat (Jabar) maka kita meminta untuk dinas provinsi hadir untuk dimintai keterangan,” kata Devie, Senin (11/10).

Baca Juga  Bima Arya Minta Operasional Wisata Malam Kebun Raya Bogor Distop

“Karena gini, terjadinya ini tidak hanya sekali saja, beberapa waktu lalu pun ada kejadian yang sama di wilayah Bogor Tengah, itu juga kan kehilangan nyawa dan disini ada potensi menghilangkan nyawa itu dengan sadis,” sambung Legislatif dari Partai NasDem itu.

Devie mengaku miris dengan kenakalan remaja yang mengarah pada tindakan kriminalitas. Padahal, koban merupakan aset Kota Bogor, dan juga orang tuanya yang selama ini telah merawatnya.

“Hasil rapat besok saya mau meminta Perwali atau Pergub, bahkan Peraturan Daerah untuk mengatur siswa pelajar dalam berpakaian sekolah hanya di waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau tenggang waktu sampai tiba dirumah saja,” tegasnya.

Baca Juga  Baru Rampung 4,3 Persen, Proyek Perpustakaan Daerah Kota Bogor di Eks Gedung DPRD Terkendala Pembongkaran

“Kenapa seperti itu lanjut Wanita yang akrab disapa DPS ini menerangkan, supaya kalau diluar jam itu, pihak keamanan atau kepolisian bisa menegur atau kalau sudah ada perda itu kan artinya sudah ada pelanggaran,” katanya.

Devie mengaku sengaja memanggil Disdik Provinsi Jabar, karena selama ini kesulitan berkomunikasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat.

Sebelumnya, aksi kekerasan yang melibatkan pelajar hingga menimbulkan korban jiwa kembali terjadi Kota Bogor.

Teranyar, seorang pelajar yang diperkirakan siswa salah satu SMA negeri di Kota Bogor, mesti meregang nyawa saat tengah berada di sekitaran Taman Palupuh, Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (6/10) malam.

Baca Juga  Kasus Positif Covid SDN Sukadamai 2 Bertambah, Total Jadi 25 Orang

Hal itu dibenarkan Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra, bahwa telah terjadi dugaan penganiayaan dan atau pengeroyokan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan seorang meninggal dunia, pada Rabu (6/10) malam, sekitar pukul 22:30 WIB dekat Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara.

Ia juga membenarkan bahwa korban merupakan seorang pelajar berinisial RMP (18), warga Babakan, Kecamatan Bogor Tengah. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *