Ini Kronologi Lengkap Pembacokan Pelajar Kota Bogor Hingga Tewas

by -

METROPOLITAN.id – Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhony Erwanto menuturkan kronologi awal kejadian pembacokan pelajar asal Kota Bogor yang menyebabkan korban berinisial RMP (18) tewas seketika.

Menurut Dhony, kejadian berdarah ini bermula saat korban RMP bersama rekannya P (18) pergi nongkrong ke Jalan Palupuh Raya, Kelurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara pada Rabu (6/10) sekitar pukul 21:00 WIB.

Kemudian tiba-tiba datang tiga unit sepeda motor dengan total enam orang menghampiri keduanya.

Tanpa basa-basi, satu dari enam orang tersebut, yakni RAP (18) turun dari sepeda motor dan langsung mengayunkan sajam jenis celurit terhadap korban RMP.

Naas, korban tidak bisa menghindari ayunan sajam tersebut hingga jatuh terkapar. Sementara, rekannya P berhasil melarikan diri dari para pelaku.

Baca Juga  Kota Bogor Dikepung Bencana, Didominasi Longsor dan Banjir Lintasan

“Satu orang berhasil melarikan diri karena sempat lari ke tempat jualan, kalau korban ini tidak tahu bagaimana bisa didapati pelaku lalu dianiaya,” kata Dhony kepada wartawan, Kamis (7/10).

Atas pembacokan ini, dijelaskan Kasat Reskrim, korban diketahui meninggal dunia sebelum dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Adapun, korban diketahui mengalami luka bacok di tiga bagian berbeda dari sabetan sajam jenis celurit yang digengam pelaku RAP.

“Berdasarkan hasil autopsi ada luka di tiga bagian tempat. Luka bagian tengkuk sebelah belakang itu robek dan bagian kaki,” ucap dia.

“Kalau luka yang mengakibatkan korban meninggal dunia itu dibagian dada karena mengalami luka terbuka. Tidak benar soal leher yang mau putus,” ujarnya.

Baca Juga  Dilarang Nikah, Pemuda Ini Tusuk Ayahnya Hingga Tewas

Ditempat sama, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menuturkan, tak lama kejadian pembacokan terjadi, Tim Opsnal Sat Reskrim Polresta Bogor Kota langsung melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

Tak butuh waktu lama, petugas mendapatkan informasi bahwa pelaku melarikan diri ke kediaman rekannya yang berada di wilayah Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.

Petugas pun langsung melakukan penggerebekan dan mendapati pelaku beserta barang bukti celurit yang digunakan untuk menganiaya korban.

“Alhamdulillah, hanya dalam waktu 7 jam setelah kejadian kita berhasil melakukan pengungkap dengan menangkap para pelaku dengan tersangka utama yaitu RAP, pelajar warga Tanah Sareal,” kata Kapolresta.

“Kita berhasil mengamankan satu buah celurit dan satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk mengejar korban,” tandasnya.

Baca Juga  Meski Sudah Diperbolehkan, Pemkab Bogor Belum Putuskan Uji Coba Tempat Wisata

Sebelumnya, aksi kekerasan yang melibatkan pelajar hingga menimbulkan korban jiwa kembali terjadi Kota Bogor.

Teranyar, seorang pelajar yang diperkirakan siswa salah satu SMA negeri di Kota Bogor, mesti meregang nyawa saat tengah berada di sekitaran Taman Palupuh, Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (6/10) malam.

Hal itu dibenarkan Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra, bahwa telah terjadi dugaan penganiayaan dan atau pengeroyokan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan seorang meninggal dunia, pada Rabu (6/10) malam, sekitar pukul 22:30 WIB dekat Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara.

Ia juga membenarkan bahwa korban merupakan seorang pelajar berinisial RMP (18), warga Babakan, Kecamatan Bogor Tengah. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *