Kades di Tamansari Keluhkan Tahapan Pencairan Samisade

by -

METROPOLITAN.ID – Para Kepala Desa di Kecamatan Tamansari mengeluhkan termin pencarian Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) kepada Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar atau yang akrab disapa Gus Udin. Keluhan pencarian pertermin tersebut menjadi kendala setiap desa dalam merealisasikan program Samisade.

“(Keluhan Kepala Desa) kesulitan mereka adalah kaitan dengan pencairan, pencairan itu Kepala Desa mengharapkan tidak pertermin, sekarang kan pertermin. Sementara harapan mereka lebih mengarapkan untuk terminnya sekali aja,” ujar Saepudin Muhtar atau yang akrab disapa Gus Udin, kepada wartawan, baru baru ini.

Lebih lanjut Gus Udin menjelaskan, menurut Kepala Desa, mengapa meminta termin Samisade dalam sekali pencairan untuk mengatasi kendala pembangunan.

Baca Juga  Acara Kenaikan Kelas, SMP Plus Bina Trampil Beri Beasiswa buat Siswa Berprestasi

“Kenapa harus sekali. Supaya memang, misalnya kendala kemarin membangun tidak musim hujan, sekarang pembangunan musim hujan. Harapannya mungkin bisa lebih cepat. Dan masyarakat bisa mengatakan pembangunan dilaksanakan langsung,” katanya.

Terkait hal tersebut, kata Gus Udin, akan dijelaskan mengenai aspek pertanggung jawaban ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Tujuannya agar pertanggungjwaban desa tidak tercecer beberapa kali termin dana pencairan. “Titik temunya nanti kita akan rumuskan seperti apa titik temunya,” jelasnya.

Gus Udin menjelaskan terkait pencairan dana bertahap setelah proses pekerjaan selesai 40 persen dan baru kemudian bisa mencairkan 60 persen dana Samisade. Hal ini berkaitan dengan mekanisme yang ditentukan DPMD.

“Jadi pertermin itu kan dalam sistem keuangan, ada siatem pengaturan, kas juga. Jadi memang di dalam pencairan keuangan pun itu ada pengaturan kas. Jadi sebetulnya pertama kaitannya dengan selesainya 40 persen itu realisasi kemudian laporan. Ada memang 40 persen itu mislanya, saya kira itu kebijakan teknis, karena itu kebijakan di DPMD. Kalau di kita bukan pada tataran sampai ke teknis, kami ingin melihat aspirasi itu sebetulnya ada masalah apa sih, Kepala Desa atau kendala yang dihadapi dalam hal kaitan realisasi program Samisade,” jelas Gus Udin.

Baca Juga  Disabilitas asal Bogor Mimpi Lanjutkan S3 di Luar Negeri hingga Jadi Duta Besar untuk Indonesia

Namun demikian, lanjut Gus Udin, jatuh tempo realisasi anggaran pengerjaan Samisade sendiri sampai pertengahan Desember. Kalender itu sudah mengacu pada sistem laporan keungan pemerintah. Jika ada proyek yang lewat dari tanggal tersebut maka dikenakan adendum.

“Saya kira itu nanti ranahnya di dinas, tetapi yang pasti realisasi program itu pada tahapan dilaksanakan sesuai dengan kalender kerja,” jelasnya. (jal/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.