Kampungnya Terisolasi, Bumil di Pabangbon Terpaksa Ditandu

by -

METROPOLITAN – Ibu ha­mil (bumil) di Kampung Gunungmenir, Desa Pabang­bon, Kecamatan Leuwiliang, yang hendak melahirkan ter­paksa ditandu agar sampai di puskesmas. Bumil bernama Teni Tania (19) itu harus di­tandu menggunakan kain sarung dan dipapah memakai bambu oleh warga sekitar. Hal itu dilakukan lantaran kon­disi jalan yang terjal serta akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Video Teni ditandu viral di grup perpesanan. Kejadian tersebut terjadi beberapa waktu lalu karena saat ini ibu dan bayinya yang sudah lahir itu dalam kondisi sehat.

Bidan Desa Pabangbon, Ayu Kusuma, mengatakan bahwa saat itu ada pasien ibu hamil datang usai ditandu dari Kam­pung Menir dibawa ke Pus­kesmas Pembantu (Pustu) Desa Pabangbon. Pasien da­tang sekitar pukul 08:30 WIB dengan keluhan ingin melahi­rkan namun usia kandungan­nya masih muda.

”Kandungannya juga ber­masalah. Karena saya tidak ingin berisiko dan perlengka­pan medis di pustu terbatas, saya sarankan (rujuk, red) ke Puskesmas Leuwiliang untuk dilakukan penanganan,” kata Ayu.

Baca Juga  Manggis Pabangbon Tembus Pasar Jabodetabek

Ayu menambahkan, setelah dilakukan penanganan oleh bidan di Puskesmas Leuwili­ang, kondisi lahir normal meskipun ari-ari bayi tersebut sempat tidak keluar.

“Setelah ditangani secara khusus, alhamdulillah kon­disi bayi dan ibunya saat ini baik dan sehat. Kemarin sudah periksa juga ke sini,” ujarnya.

Ayu menuturkan, warga yang hendak melahirkan atau yang sakit ditandu memang bukan kali ini saja. Namun sudah sering terjadi karena jalan yang terjal dan sulit diakses meng­gunakan kendaraan roda empat.

“Bahkan kalau menggunakan kendaraan roda dua pun itu harus yang sudah terampil. Saya saja kalau ke kampung itu kalau memeriksa yang sakit nggak berani pakai motor. Harus jalan kaki. Karena me­mang jalannya yang terjal,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pabangbon Novi Firdaus mengaku prihatin dengan adanya warga yang ingin me­lahirkan harus ditandu.

Baca Juga  Camat Tenjolaya Bentuk Posko Siaga Bencana

Ia mengatakan, di Desa Pa­bangbon, selain Desa Gunung­menir ada juga dua kampung lagi yang memang kondisi kampung tersebut bisa dibi­lang masih terisolasi.

Untuk itu, ia berharap pe­merintah daerah maupun pusat memaksimalkan pembangunan infrastruktur di wilayah Desa Pabangbon, mengingat Desa Pabangbon berada di atas pegunungan.

“Ya berharap agar pemerin­tah daerah dan pusat lebih memerhatikan lagi pembangu­nan infrastruktur di Desa Pabangbon. Meskipun saat ini sudah ada pembangunan akses jalan ke kampung teri­solasi dengan dana Samisade Pemkab Bogor,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Hi­kal Kurdi menyesalkan adanya wilayah yang terisolasi se­hingga menyusahkan warga untuk sampai ke puskesmas.

“Pemkab Bogor harus cepat respons terhadap kondisi masyarakat yang rela ditandu cuma buat ke puskesmas,” tegasnya.

Sebenarnya, jelas Wawan Hikal, di Kabupaten Bogor saat ini sudah tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal. Namun, masih ada akses-akses yang belum memadai dan perlu perhatian cepat dan serius.

Baca Juga  Tenjolaya Butuh Sub Terminal

Politisi Partai Golkar itu pun menyebut program Samisade yang digulirkan bupati Bogor seharusnya menjadi solusi untuk jalan-jalan yang perlu diprioritaskan.

Wawan Hikal berharap ke­jadian serupa tidak terulang lagi di Bumi Tegar Beriman. Pada hakikatnya, masyarakat berhak mendapatkan akses yang layak. “Dari pihak desa pun harus ada skala prioritas, jangan ada pembiaran,” pin­tanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bogor Ade Yasin me­negaskan alasannya menu­runkan anggaran Samisade.

“Untuk mengangkat desa-desa yang infrastrukturnya kurang, untuk bagaimana memudahkan masyarakat dengan akses ke rumah sakit, untuk aktivitas perekono­mian, dan lain-lain,” ujarnya di Parung.

Saat ditanya berapa wilayah di Kabupaten Bogor yang ma­sih terisolasi, ia mengoreksi­nya. Bukan terisolasi, melai­nkan jalan yang ada belum dapat diakses menggunakan kendaraan roda empat. “Jadi ini yang kami genjot dengan Samisade,” pungkasnya. (ads/c/cok/rb/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.