Kasatpol PP Ungkap Masyarakat Mulai Jenuh dengan Aturan Prokes

by -
Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho

METROPOLITAN.id – Pada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, tingkat kepatuhan masyarat akan protokol kesehatan (prokes) mulai menurun. Banyak masyarakat yang saat ini mulai mengabaikan prokes, mulai dari penggunaan masker hingga menjaga jarak agar tidak berkerumun.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor Agus Ridho mengatakan masyarakat sudah menemukan kejenuhan dalam masa pandemi ini. Sehingga tak sedikit masyarakat yang mulai mengabaikan prokes.

“Memang sekarang kita terus menggalakan dengan menertibkan kerumunan-kerumunan yang dilakukam oleh masyarakat. Khususnya di tempat hiburan malam yang sudah banyak mulai beroperasi,” kata dia.

Selain menertibkan kerumunan yang terjadi, Agus Ridho mengungkapkan jika saat ini banyak THM yang membadel dengan nekat beroperasi ditengah PPKM level 3 ini. Bahkan ia mengaku telah membongkar 17 THM yang nekat beroperasi tersebut .

Baca Juga  Tokk! Ratna Sarumpaet Divonis 2 Tahun

“Dari kerumunan-kerumunan itu dikhawatirkan menjadi klater baru dengan menularkan virus kepada pengujung yang datang,” paparnya.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor berhasil pengamankan puluhan pemandu lagu disalah satu tempat karoke di kawasan Cibinong. Tidaknya hanya puluhan pemandu lagu, dari operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar tersebut, Satpol PP berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor Iman W Budiana mengatakan, pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 ini sejumlah tempat hiburan malam belum diperkenankan beroperasi. Sehingga pihaknya harus bertindak tegas dengan menertibkan para pengusaha yang nekat beroperasi pada masa PPKM level 3 tersebut.

“Kasus penularan covid-19 di Kabupaten Bogor ini sedang menurun. Jangan sampai gara-gara tempat hiburan ini dibuka, kasus penularan covid-19 kembali baik. Apalagi ditempat karoke itu banyak pengujung yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” kata Iman.

Baca Juga  Nestapa Satu Keluarga di Kutajaya Huni Rumah Berdinding Terpal

Dalam operasi yang dilakukannya, Iman mengaku banyak menemukan pelanggaran. Diantaranya karoke Baliniz ini menyediakan pemandu lagu serta minuman keras, padahal menurut Iman, dalam perda pariwisata yang dimiliki Pemkab Bogor arena bernyanyi keluarga atau tempat keroke ini tidak diperbolehkan menyediakan pemandu lagu. (mam)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.