Kebocoran Pipa Tirta Pakuan Ganggu Pasokan Air 70 Ribu Pelanggan hingga Istana Bogor, Dedie Rachim Wanti-Wanti Pelaksana Proyek Double Track

by -

METROPOLITAN.id – Bocornya pipa 1.000 milimeter milik Perumda Tirta Pakuan di kawasan Gununggadung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Kamis (30/9) lalu, membuat pasokan air bersih terhadap 70 ribu pelanggan se-Kota Bogor terganggu.

Sebab, perbaikan yang dilakukan hari ini (4/10), membutuhkan waktu hingga 12 jam yang berdampak pada penyetopan sementara, hingga waktu recovery sebelum pasokan kembali normal. Diduga, kebocoran pipa milik Tirta Pakuan itu terdampak pekerjaan double track atau rel ganda Bogor-Sukabumi.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim pun meminta dan mewanti-wanti pelaksana proyek double track agar lebih hati-hati dalam melaksanakan pekerjaan prioritas nasional, di lokasi yang bersinggungan dengan pipa air baku milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Apalagi, kebocoran pipa 1.000 milimeter itu tidak cuma berdampak pada terganggunya suplai air ke 70 ribu pelanggan Perumda Tirta Pakuan di 45 kelurahan se-Kota Bogor, tapi juga pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan di Istana Bogor. Sebab, berasal dari sumber aliran pipa yang sama, yang terdampak kebocoran.

“Sumber pasokan air ke Istana Bogor saja kan berasal dari sumber air yang sama, dari pipa yang sama. Makanya pengembang coba dilihat lagi, prosedur dan prosesnya, sehingga tidak mengganggu pipa eksisting,” katanya, Senin (4/10).

Baca Juga  Babakanpasar Jadi Destinasi Wisata Baru

Tak hanya itu, F2 juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Barat yang menyepakati untuk tidak menggeser pipa transmisi milik Perumda Tirta Pakuan dalam pekerjaan rel ganda.

“Pipa-nya nggak digeser, yang digeser itu trase-nya, rel-nya. Memang dalam pelaksanaannya ada kendala, makanya teknisi lapangan yang harus dicermati. Kita minta mereka untuk mencermati,” tegasnya.

Meskipun ia masih memaklumi ketika pekerjaan double track yang bersinggungan dengan pipa transmisi air baku kerap berdampak.

“Namanya proyek. Kami sudah komunikasi terus. Memang ada titik-titik rawan. Namanya proyek itu tentu tidak ada unsur kesengajaan, tapi kita minta pelaksana untuk melaksanakan pekerjaan dengan penuh kehati-hatian,” imbuhnya.

Disisi lain, ketika mendapatkan kebocoran, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor langsung melakukan perbaikan dan juga menyiapkan langkah antisipasi dengan menyediakan tangki air. Perumda Tirta Pakuan juga disebut sudah ambil langkah teknis namun perlu waktu 2×24 jam untuk pemulihan.

“Kami juga minta pelaksana maupun Perumda Tirta Pakuan siapkan tangki-tangki air untuk distribusi kebutuhan warga terdampak,” tukas Dedie Rachim.

Sebelumnya, pipa 1.000 milimeter milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor di jalur Intake Ciherang Pondok-IPA Dekeng yang berada di Gununggadung, Kecamatan Bogor Selatan, kembali mengalami kebocoran, Kamis (30/9) lalu.

Baca Juga  Barongsai Buatan Warga Bogor Dipesan hingga Makassar

Diduga akibat terdampak proyek double track Bogor-Sukabumi. Padahal, belum lama ini juga terjadi insiden serupa tak jauh dari titik pipa saat ini. Akibatnya, tak kurang dari 70 ribu pelanggan Perumda Tirta Pakuan kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Menyikapi kerusakaan yang ada, Perumda Tirta Pakuan merencanakan perbaikan pada Senin (4/10), yang akan menelan waktu perbaikan selama 12 jam. Masyarakat pun diimbau untuk menampung air untuk kebutuhan sehari-hari demi antisipasi saat perbaikan.

Selain itu, Perumda Tirta Pakuan juga bakal mengambil sejumlah langkah kepada kontraktor double track, PT. Adhi Karya.

“Awalnya Kamis (30/9) kami mendapatkan laporan bahwa ada genangan air disekitar project double track. Kami curigai dari pipa transmisi1.000 mm. Kelihatan ada indikasi bocor, lalu dilakukan penggalian. Dan benar pipa itu kembali bocor. Saya pun minta proses penggalian dihentikan dan dibuat rencana perbaikan,” kata Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan, Minggu (3/10).

Rino menambahkan, pihaknya menyiapkan alat yang dibutuhkan yang dibuat di tempat khusus. Selama itu, aliran ke pelanggan tidak ditutup dahulu agar tetap bisa melayani pelanggan dengan kapasitas 1.700 liter perdetik air baku.

Baca Juga  Harumkan Sekolah di Tiga Cabang Olahraga

“Kami siapkan tenaga, karena tidak bisa menggali dengan alat berat atau beko. Sehingga jumlah pekerja dihitung diturunkan 15 penggalian. Kami lakukan proses penggalian Jumat hingga Sabtu, sekarang kami sudah siap alatnya tinggal melakukan penutupan,” tuturnya.

Pihaknya ingin melakukan perbaikan seminimal mungkin terganggunya pelayanan kepada masyarakat. Sehingga perbaikan pun dilakukan di hari kerja yakni Senin (4/10) siang. Ketimbang pada Sabtu-Minggu dimana pelanggan lebih banyak di rumah.

“Saat perbaikan Senin, pukul 05:00 WIB ditutup, mungkin air berhenti Senin siang. Kami hitung benar, supaya masyarakat tidak terganggu secara signifikan,” tukasnya.

Di sisi lain, ia mengakui koordinasi dengan kontraktor double track sejauh ini masih lancar. Serta mendukung segala kebutuhan perbaikan. Apalagi, kejadian kali ini bukan yang pertama kali dan bisa saja kembali terjadi dikemudian hari.

Meskipun Rino mengakui komitmen yang ada baru sebatas verbal personal dan belum dalam bentuk komitmen.

“Pada intinya kami terus berkomunikasi dengan kontraktor double track, karena ini menyangkut terganggunya ekitar 70 ribu pelanggan,” ujarnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *