Kejar Target PAD 2021, Kota Bogor Rela Hapus Denda Wajib Pajak PBB

by -

METROPOLITAN.id – Meskipun masih di tengah pandemi, Kota Bogor menetapkan target pendapatan daerah sebesar Rp2,5 triliun pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2021. Jumlah itu naik sekitar Rp303 miliar atau setara 13 persen dari APBD murni 2021.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun putar otak demi bisa meraup pendapatan dari berbagai sektor agar bisa mencapai target yang ditetapkan.

Salah satunya dengan mengambil kebijakan penghapusan denda dari berbagai sektor pajak. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor Deni Hendana.

“Ada kebijakan baru yakni penghapusan denda untuk beberapa jenis pajak. Salah satunya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Artinya, wajib pajak yang membayar PBB pada masa 1 Oktober lalu hingga 24 Desember 2021 nanti, akan dihapus denda-nya, jadi bayar pokok pajaknya saja,” katanya saat ditemui Metropolitan.id, baru-baru ini.

Baca Juga  Sudah 10 Hari Putrinya Tak Pulang, Ayah di Bogor Lapor Polisi Hingga Datangi 8 Orang Pintar

Ia menambahkan, kebijakan ini sudah berlaku sejak 1 Oktober lalu dan akan berjalan hingga 24 Desember mendatang.

Selain pajak PBB, sambung Deni, beberapa sektor pajak juga dikenai kebijakan yang sama. Diantaranya Pajak Hotel, Restoran, Parkir, Pajak Hiburan, Reklame dan Air Tanah. Untuk masa pajak hingga Agustus 2021, dendanya akan dihapus jika membayar pajak pada periode hingga akhir tahun ini.

“Penghapusan denda ini berlaku sampai akhir tahun lah, sudah berjalan sejak 1 Oktober. Kita kan kejar target harus capai di 2021 ini. Jadi mereka yang bayar tahun 2020, tahun 2019, tahun 2018 dan seterusnya, harusnya kan kena denda, nah itu kita hapuskan,” tukasnya.

Baca Juga  Bima Sambangi Warga, Beri Sembako Dan Rtlh

Hal ini dilakukan untuk menggenjot keinginan para wajib pajak untuk melunasi kewajiban mereka. Apalagi, berkaca pada tahun lalu yang juga sempat menerapkan kebijakan yang sama, kebijakan ini disebut efektif mendorong jumlah setoran pajak.

“Awalnya banyak wajib pajak yang memberi masukan untuk PBB ini tolong dong dihapus, sama seperti tahun lalu. Jadi semua sektor pajak kecuali pajak BPHTB, kita hapus dendanya. Kita harapkan sih wajib pajak memanfaatkan ini untuk melunasi kewajibannya karena tidak ada denda,” papar Deni.

Dalam penetapan APBD Perubahan Kota Bogor tahun 2021, diketahui target Pendapatan Daerah sebesar Rp 2,5 triliun atau naik Rp 303 miliar dari APBD murni tahun 2021.

Baca Juga  Kabur, Pelaku Curanmor Didor

Pada rapat paripurna antara Pemkot Bogor dengan DPRD beberapa waktu lalu, ditetapkan Pendapatan Daerah sebesar Rp2,53 triliun, di mana di dalamnya disepakati target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp914,5 miliar.

Lalu, sektor Belanja Daerah disepakati sebesar Rp2,89 triliun. Wali Kota Bogor Bima Arya mengapresiasi penambahan target PAD sebesar 13 persen yang disetujui DPRD setempat seiring dengan adanya perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.

“Penambahan target PAD dan perubahan APBD 2021 itu diharapkan bisa memberi dampak pemulihan ekonomi masyarakat di Kota Bogor. Alokasi perubahan anggaran pun telah dirancang untuk sejumlah sektor fasilitas yang diperlukan untuk tujuan tersebut,” tuntas Bima Arya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *