Kejari Tunggu Limpahan Berkas Kasus Pembacokan Pelajar Kota Bogor Hingga Tewas

by -

METROPOLITAN.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kejari Kota Bogor, Sekti Anggraini mengaku masih menunggu limpahan berkas kasus pembacokan pelajar Kota Bogor yang menyebabkan korban berinisial RMP (18) tewas seketika.

“Sekarang masih dalam penyelidikan di kepolisian. Nanti kalau berkas datang kami pasti akan bicara sesuai aspek hukumnya,” kata Sekti kepada wartawan, Selasa (12/10).

Meski demikian, menurutnya, dalam penanganan perkara pembacokan pelajar ini, pihaknya nanti akan membuka persidangan secara terbuka. Mulai dari proses persidangan hingga penjatuhan hukuman.

Tujuannya, sebagai peringatan keras buat masyarakat khususnya bagi orang tua atas kejadian seperti ini di Kota Bogor.

“Pada tahap penuntutan juga akan menjadi semacam peringatan bagi masyarakat karena ini perkara yang menarik perhatian masyarakat,” ucap dia.

Baca Juga  Sekolah di Bogor Sering Terlibat Kekerasan? Siswanya Terancam Nggak Bisa Masuk Kampus Negeri

“Pasti kami akan mengungkapkan lah ke masyarakat dan disaat itulah seharusnya menjadi pelajaran dan efek jera bahwa akibat tawuran bisa seperti ini loh, menjadi kriminal murni pembunuhan yang tidak layak dilakukan oleh usia anak-anak atau remaja,” sambungnya.

Disisi lain, Sekti secara pribadi menilai aksi pembacokan pelajar yang menyebabkan korban tewas ini merupakan kenakalan yang sudah sangat fatal sehingga akhirnya lari ke kriminalitas.

Padahal, kasus pembunuhan yang melibatkan pelaku dan korban yang masih berusia anak-anak atau remaja seperti ini di Kota Bogor terhitung jarang terjadi.

“Ini sangat mengenaskan bagi kami sebagai penegak hukum,” beber Kepala Kejari Kota Bogor.

Untuk itu, ditambahkan Sekti, atas kejadian ini pihaknya akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan hukum bagi para pelajar di Kota Bogor.

Baca Juga  Nah Loh, Luhut bakal Audit LSM, Ini Kata MAKI

“Ini akan jadi materi kami melalui Kasi Intel untuk memberikan penyuluhan hukum, ada proses pembelajaran juga jangan sampai nanti ini terulang kembali,” tandasnya.

Sebelumnya, aksi kekerasan yang melibatkan pelajar hingga menimbulkan korban jiwa kembali terjadi Kota Bogor.

Teranyar, seorang pelajar yang diperkirakan siswa salah satu SMA negeri di Kota Bogor, mesti meregang nyawa saat tengah berada di sekitaran Taman Palupuh, Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (6/10) malam.

Hal itu dibenarkan Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra, bahwa telah terjadi dugaan penganiayaan dan atau pengeroyokan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan seorang meninggal dunia, pada Rabu (6/10) malam, sekitar pukul 22:30 WIB dekat Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara.

Baca Juga  THM di Kota Bogor Nambah Lagi, Holywings Dibangun Dekat Kantor Kecamatan

Ia juga membenarkan bahwa korban merupakan seorang pelajar berinisial RMP (18), warga Babakan, Kecamatan Bogor Tengah. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *