Keluarga Alumni SMAN 7 Bogor Kawal Kasus Pembacokan Pelajar Hingga Tuntas

by -

METROPOLITAN.id – Keluarga Besar Alumni SMAN 7 Bogor mengaku bakal mengawal kasus pembacokan pelajar yang menewaskan adik kelasnya, RMP (18) hingga tuntas.

Hal itu seperti diungkapkan salah satu perwakilan alumni SMAN 7 Bogor, Felix Martha.

“Pertama-tama kami turut berduka dan berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi pada 6 Oktober itu, tentunya kami akan mengawal kasus itu sesuai proses hukum yang adil,” kata Felix kepada wartawan, Kamis (14/10).

Alumni lainnya, Wahyu Mulyana Putra mengatakan keluarga besar Alumni SMAN 7 Bogor tidak pernah mendukung dan terlibat dalam segala aktivitas negatif dan kontra produktif yang dilakukan oleh siswa atau pelajar.

Sehingga pihak alumni menghimbau seluruh pihak terutama siswa yang masih bersekolah untuk menahan diri, tidak melakukan tindakan balas dendam dan tidak melakukan provokasi dalam bentuk apapun, baik secara langsung maupun di media sosial.

Baca Juga  Kematian Covid-19 di Kota Bogor Melandai, Rino : Stok Peti Jenazah Aman

“Kami pun mendesak dan meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam kejadian berdarah hingga hilangnya nyawa pada pekan kemarin untuk membuat permohonan maaf secara terbuka,” kata Wahyu.

Agar tidak terus meruncing permasalahan antar siswa yang bisa berdampak buruk, Wahyu mengatakan Alumni sekolah yang menjadi korban pembunuhan menghimbau kepada masyarakat agar tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarluaskan foto korban atau pun isu-isu yang tidak benar.

Ditempat sama, alumni SMAN 7 Bogor lainnya Audrie Satriarve menyebut pihak Alumni mendukung dan mendesak kepada aparat penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian, untuk bertindak objektif dan profesional serta mengedepankan asas keadilan dalam proses penyelidikan kasus yang terjadi, serta bebas intervensi dari pihak manapun.

Baca Juga  Kecamatan Cibinong dan Cileungsi Jadi Wilayah Penularan Covid-19 Tertinggi di Kabupaten Bogor

“Alumni SMAN 7 Bogor berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas dan akan terlibat aktif dalam mencegah kejadian seperti ini terulang kembali,” tandas Audrie.

Sebelumnya, aksi kekerasan yang melibatkan pelajar hingga menimbulkan korban jiwa kembali terjadi Kota Bogor.

Teranyar, seorang pelajar yang diperkirakan siswa salah satu SMA negeri di Kota Bogor, mesti meregang nyawa saat tengah berada di sekitaran Taman Palupuh, Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (6/10) malam.

Hal itu dibenarkan Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra, bahwa telah terjadi dugaan penganiayaan dan atau pengeroyokan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan seorang meninggal dunia, pada Rabu (6/10) malam, sekitar pukul 22:30 WIB dekat Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara.

Baca Juga  Waduh! Belum Ada Izin, Ada SD di Kota Bogor Nekat Gelar Uji Coba PTM

Ia juga membenarkan bahwa korban merupakan seorang pelajar berinisial RMP (18), warga Babakan, Kecamatan Bogor Tengah. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *