Kembali Ontrog Kebun Raya Bogor, Budayawan: Ada Jaminan GLOW Tidak Semakin Komersil?

by -

METROPOLITAN.id – Sejumlah budayawan kembali mengontrog Kebun Raya Bogor. Kedatangan mereka tak lain untuk menyampaikan aspirasi terkait penolakan pengoperasionalan wisata malam GLOW yang rencananya bakal dioperasionalkan pengelola Kebun Raya Bogor pada bulan ini.

“Kami menolak bisnis komersil GLOW. Apalagi posisinya sekarang masih dalam kajian. Jadi harus berhenti dulu,” kata Korlap Aksi, Ki Tjetjep Thoriq di tengah aksi unjuk rasa di Kebun Raya Bogor, Kamis (7/10).

Menurutnya, apabila hasil kajian wisata malam GLOW tidak menganggu keberadaan ekosistem di Kebun Raya Bogor, pihaknya tentu tidak mempersoalkan konsep tersebut.

Namun jadi pertanyaan, apakah ada jaminan wisata malam GLOW ini tidak semakin komersil ke depannya apabila diizinkan.

Baca Juga  Apresiasi Perjuangan Pahlawan Kesehatan, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes

“Oke sekarang kan mereka membangun di beberapa (titik) saja. Kemudian dikasih toleransi (GLOW diizinkan beroperasi berdasarkan hasil kajian), tapi saya tidak yakin besok lusa apakah (GLOW) hanya disitu saja, kan itu tidak ada jaminan,” ucap dia.

“Terus apakah menjamin tidak ada kegiatan negatif (disana). Siang saja banyak yang pacaran (di Kebun Raya Bogor), apalagi malem,” tanyanya.

Untuk itu, dijelaskan Ki Tjetjep Thoriq, dalam kesempatan ini para budayawan dari aliansi budayawan se-Jawa Barat juga meminta pemerintah mengembalikan marwah dan fungsi Kebun Raya Bogor sebagai tempat konservasi, dan cagar budaya, edukasi, sejarah, religi dan rekreasi rakyat murah.

“Tuntutan secara global, kembalikan sebagai fungsinya lembaga pendidikan dan sebagainya. Mengembalikan pengelolaan KRB kepada negara,” ujarnya.

Baca Juga  Lebih Mendekatkan Diri dengan Masyarakat, Golkar Kota Bogor Segera Luncurkan Website

Sementara itu, GM Corporate Communication & Security KRB, Zaenal Arifin menyambut baik aspirasi yang disampaikan para budyawan. Karena, ia menilai aspirasi yang disampaikan langsung dengan mendatangi Kebun Raya Bogor sekaligus ajang silaturrahmi pihaknya bersama para guru, alim ulama serta orang tua yang sangat dihormati.

“Alhamdulillah, kami berterimakasih atas silaturahmi pada hari ini, dan tentunya ini merupakan satu hal yang sangat positif,” kata pria yang akrab disapa Zae saat memberikan sambutan di tengah aksi unjuk rasa.

“Karena dengan ini kami bisa lebih mengenal, menghargai, menghormati dan tentunya kami mohon maaf apabila selama ini ada kata-kata ataupun perilaku dari kami yang kurang berkenan,” sambungnya.

Baca Juga  HPS ke 41, FAO Apresiasi Capaian Pembagunan Pertanian di Masa Covid 19

Dalam kesempatan ini, Zae juga membuka peluang, waktu atau aspirasi para budayawan untuk melakukan kegiatan berkesenian dan berkebudayaan di Kebun Raya Bogor.

“Apalagi tadi saya melihat ada jaipongan, Insya Allah dalam waktu dekat,” ucap dia.

“Di awal tahun sebelumnya juga kita membuka kacapian, ada tari jaipongan dan sebagainya, tapi karena pandemi tertahan. Mudah-mudahan setelah ini mangga upami mau berkesenian kami sagat senang, kami terbuka,” tandasnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *