Kepala Bappeda Sebut Lahan Eks Restoran Rindu Alam Kawasan Resapan Air, Nggak Boleh Ada Bangunan Disitu!

by -

METROPOLITAN.id – Persoalan alih fungsi restoran Rindu Alam terus berlanjut. Kali ini Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Suryanto angkat bicara. Bahkan menurutnya lahan eks restoran Rindu Alam Puncak merupakan kawasan resapan air.

Sehingga, sudah seharusnya lahan bekas restoran ikonik di Puncak, Kabupaten Bogor itu menjadi sebuah konservasi.

“Secara tata ruang, wilayah tersebut berada pada peruntukan ruang perkebunan dan masuk ke dalam kawasan resapan air serta perlindungan setempat,” kata Suryanto.

Ia menilai, jika lahan tersebut tidak sesuai dengan pemanfaatannya, maka dikhawatirkan akan menjadi masalah. Sebab, lahan eks restoran Rindu Alam itu seyogyanya harus mampu menjadi pencegah terjadinya bencana alam seperti longsor, termasuk untuk melindungi kawasan yang ada di sekitarnya.

Baca Juga  Simak Nih, Mantan Bupati Bogor Ajak Lansia Jangan Takut Divaksin

“Jadi kawasan tersebut akan lebih baik jika menjadi lahan terbuka hijau dalam rangka fungsi konservasi air dan tanahnya,” paparnya.

Lahan eks restoran Rindu Alam sendiri kembali dilirik oleh Pemprov Jawa Barat setelah dilakukan penutupan pada Februari 2020.

Rencananya, Pemprov Jawa Barat akan kembali menghidupkan kawasan tersebut dalam upaya pemulihan ekonomi di Jawa Barat.

Rencana itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau kawasan wisata Rindu Alam pada Senin 11 Oktober 2021.

“Pemprov Jabar berusaha memanfaatkan kembali daerah wisata Rindu Alam ini untuk meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah),” ungkapnya.

Rencana itu pun ditanggapi oleh Bupati Ade Yasin. Secara prinsip, dia mengaku mendukung apa yang direncanakan Pemprov Jawa Barat tersebut.

Baca Juga  Kemarin, Warga Serbu Pasar

Namun, dia berharap provinsi memenuhi janjinya untuk mengembalikan kawasan di eks Restoran Rindu Alam sebagai konservasi.

“Iya kan waktu tidak diperpanjang masa pakainya untuk restoran kan katanya mau dijadikan kawasan konservasi. Kalau untuk tetap jadi kawasan wisata biasa, di Puncak sudah banyak,” kata Ade Yasin.

Ade Yasin menilai, jika Rindu Alam dikembalikan sebagai kawasan konservasi, maka akan lebih memiliki banyak manfaat dalam upaya pengendalian banjir. Mengingat lokasi Rindu Alam dekat dengan Puncak Pass.

“Saya sih mendukung dikelola lagi oleh Pemprov Jabar karena itu kan memang aset mereka. Tapi kembalikan saja sebagai fungsi konservasi,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *