Kongres JKPI ke-V Digelar Akhir Tahun di Kota Bogor, Ini Rangkaian Kegiatannya

by -
Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah didampingi Kadisparbud Atep Budiman dan Camat Bogor Selatan Hidayatulloh saat meninjau Situs Batutulis, Rabu (21/4). (Prokompim Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan rencana pelaksanaan Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-V yang akan digelar pada akhir tahun ini di Kota Bogor.

 

Sejumlah rangkaian kegiatan untuk memeriahkan acara yang berlangsung selama tiga hari itu pun, Kamis – Sabtu (2-4/12), kini sudah masuk tahap penilaian dari Dewan Presidium maupun Direktur Eksekutif JKPI.

 

Diantaranya kegiatan seperti welcome dinner, pembukaan & pelaksanaan kongres, seminar budaya, pagelaran seni, pameran budaya, karnaval budaya sampai ke city tour hingga penutupan acara Kongres JKPI ke-V.

 

“Secara keseluruhan susunan acara sudah disetujui Dewan Presidium maupun Direktur Eksekutif JKPI dua minggu yang lalu,” kata Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah.

 

“Bahkan untuk beberapa venue tempat penyelenggaraan acara sudah di cek langsung oleh Tim Sekretariat JKPI beberapa minggu yang lalu,” sambungnya.

 

Dengan mengacu kepada keputusan Dewan Presidium terkait susunan rangkaian acara maupun detail kesiapan lainnya, dijelaskan Syarifah, hal ini menjadi tonggak penyiapan secara kongkrit tim lokal Kota Bogor kedepannya.

 

Adapun progres tindaklanjut yang sudah dilakukan tim lokal mulai dari pelaksanaan pengadaan barang dan jasa penunjang kongres serta penataan kawasan situs Batutulis.

Baca Juga  Lelang Masjid Agung Rampung, Proyek Puluhan Miliar Kota Bogor Mulai Dikebut

 

“Selanjutnya sudah diagendakan untuk minggu depan rapat-rapat persiapan oleh kepanitian lokal,” ucap dia.

 

“Untuk kesiapan kehadiran Kabupate/Kota para anggota JKPI yang konfirmasi sampai saat ini sudah mencapai 30 persen,” lanjutnya.

 

Soal lokasi acara Kongres JKPI ke-V, diakui Syarifah sudah disiapkan. Namun, untuk kepastiannya belum bisa diumumkan karena masih akan dilanjutkan melalui rapat-rapat kepanitian berikutnya.

 

“Sementara ini dulu. Karena masih akan dilanjutkan rapat-rapat kepanitiaan berikutnya. Semua acara harus sepersetujuan Presidium dan Direktur Eksekutif JKPI,” imbuh dia.

 

“Rangkaian tempat dan rutenya belum fix. Yang pasti (kegiatannya) akan ke situs Batutulis,” tandasnya.

 

Sebelumnya, Kongres ke-V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun ini akan dilaksanakan di Kota Bogor. Sebagai tuan rumah, Kota Bogor sudah mempersiapkan berbagai kesiapannya dalam menyambut kongres yang diinisiasi Presiden Joko Widodo pada 2008 silam saat masih menjabat wali kota Solo.

 

Dalam Persiapannya, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menjelaskan pelaksanaan kongres nanti akan berjalan sesuai prosedur tetap (protap) baku sebagaimana yang sudah disepakati pada kongres di Banda Aceh, Maret lalu.

Baca Juga  Gegara Sampah Visual, Bima Arya Siapkan Perwali Khusus Kawasan Suryakencana agar Seperti Malioboro

 

”Sejauh ini sudah dipersiapkan dengan baik. Pada Juni, ketua presidium beserta direktur eksekutif JKPI sudah berkunjung melakukan pengecekan langsung ke Kota Bogor yang diterima langsung Bapak Wali Kota Bogor, Bima Arya,” ujar Dedie kepada Metropolitan, Senin (13/9).

 

Pada kesempatan itu, sebagai tuan rumah tidak mudah dalam melaksanakan Kongres JKPI di tengah pandemi Covid-19 yang masih menghantui. Karena itu, Dedie mengaku bahwa Kota Bogor akan menyiapkan beberapa alternatif model pelaksanaan rangkaian acara kongres dengan situasi protokol kesehatan (prokes) ketat.

 

”Tentu saja prokes nomor satu dalam kongres nanti. Kita selalu berkoordinasi dan melaporkan perkembangan terkini status pandemi Kota Bogor secara berkala kepada dewan presidium maupun direktur eksekutif JKPI,” kata Dedie.

 

Dedie menuturkan, pelaksanaan kongres yang seharusnya dilaksanakan pada 25 Oktober mendatang harus diundur menjadi awal Desember. Mengingat kondisi pandemi yang akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan.

 

”Sesuai hasil rapat terbaru di Hotel San Pacifik Jakarta pada 1 September lalu, yang dipimpin ketua Dewan Presidium JKPI, dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi pandemi Covid-19 akhir-akhir ini yang mengkhawatirkan, maka penyelenggaraan kongres yang sedianya dilaksanakan di akhir Oktober 2021 diundur ke awal Desember 2021,” terangnya.

Baca Juga  Ancaman Megawati soal Kader PDIP Bermanuver Capres hingga Main Dua Kaki, Puan Bilang Begini

 

Nantinya, pada pelaksanaan Kongres ke-V JKPI, Kota Bogor akan memperkenalkan sejarah juga wisata untuk dipromosikan kepada para tamu delegasi Kongres JKPI pada Desember mendatang.

 

”Ada beberapa spot bersejarah, ada kerajaan Pakuan Pajajaran yang ada di kawasan Batutulis. Untuk wisata, di antaranya AEWO Ciharashas maupun Saung Eling di Mulyaharja, wisata Situgede, kawasan wisata kuliner Suryakencana, dan Kampung Labirin Babakanpasar, Alun-alun Bogor eks Taman Topi, dan tentunya Kebun Raya Bogor,” beber Dedie.

 

Sebagai tuan rumah, jelas Dedie, fokus utama Kota Bogor dalam pelaksanaan Kongres JKPI ke-V tentunya akan menjadi tuan rumah yang baik untuk menyukseskan Kongres JKPI tersebut. Dedie mengaku fokus memperkenalkan pariwisata Kota Bogor untuk kancah nasional maupun internasional.

 

”Kota Bogor sebagai the herritage city (kota pusaka) di antaranya dengan pengusulan Kebun Raya Bogor sebagai warisan budaya dunia (unesco world herritahe site), sekaligus penetapan Kebun Raya sebagai cagar budaya,” pungkasnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.