Korban Miras Oplosan, Sopir Angkot Tewas Massal

by -

METROPOLITAN – Niat hati ingin ‘happy-happy’, aksi sopir angkot di wilayah Bogor malah berujung duka. Minuman keras (miras) yang dijadikan hidangan pesta, dioplosnya hingga membuat tubuh mereka tak berdaya. Sebagian justru hilang kesadaran, bahkan meregang nyawa.

Rabu pagi, polisi di Bogor dibikin rungsing atas informasi tewasnya sopir angkot secara massal. Korban jiwa pun terus bertambah, dari mulanya tiga orang. Hingga kemarin pukul 21:00 WIB, total yang terkonfirmasi pihak Polsek Tamansari, sudah enam orang yang tewas.

“Sementara info yang didapat, enam meninggal dari 12 orang,” ungkap Kapolsek Tamansari Polres Bogor, Iptu Kusnadi.

Kusnadi mendapat kabar tersebut sejak pagi, hingga langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil penyelidikan anggota kepolisian, pesta miras yang dilakukan para sopir angkot di Kecamatan Tamansari itu diketahui terjadi di Pancasan, Kota Bogor, Selasa (12/10).

Baca Juga  Obok-obok Kafe di Tajur, Polisi Sita Miras

“Informasi betul ada kejadian itu, namun TKP minum bukan di Tamansari. Dan info sopir angkot minum di sekitar basecamp angkot Pancasan (Kota Bogor, red),” terangnya.

Salah satu korban tewas akibat menenggak miras oplosan diketahui merupakan wanita muda berusia 20 tahun, yang sebelumnya sempat dibawa ke Rumah Sakit (RS) PMI Bogor.

Berdasarkan keterangan saksi yang juga warga sekitar, Ridwan alias Boleng (35), lokasi ditemukannya aksi minum-minuman keras itu di Pos Zedap, Desa Sukamantri, Cimanglid, Kecamatan Tamansari, Selasa (12/10) malam.

“Dari warga dan juga sesama kelompok sopir angkot 03 Ciapus (Zedap), pagi tadi (kemarin, red) dapat kabar, enam di antaranya ada seorang wanita meninggal dunia. Jasadnya dibawa ke PMI Bogor dan RS UMMI Bogor,” terangnya, Rabu (13/10) siang.

Baca Juga  Gawat..Siswa Mabuk Pukul Pegawai TU

Ridwan yang juga warga Sukamantri itu menyebut miras oplosan yang diminum para korban dibeli dari sebuah warung di daerah Ciapus.

“Miras yang diminum diduga seperti jamu leci seharga Rp20 ribu, namun racikannya belum diketahui yang menyebabkan enam orang tewas dan lima lagi kritis usai menenggak miras oplosan tersebut,” tuturnya.

“Ada yang meninggal juga akibat nenggak miras yaitu di daerah Pancasan, Kota Bogor, namun beda grup. Pihak berwajib yaitu Polsek Tamansari bahkan sampai Polres Bogor telah menyelidiki kasus ini,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengaku pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait kasus empat sopir angkot yang tewas diduga menenggak miras oplosan itu.

Baca Juga  Polsek Parung Perangi Pekat

“Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk melaksanakan olah TKP. Di mana sih mereka menggelar pesta miras,” katanya saat ditemui di Balai Kota Bogor, Rabu (13/10).

“Termasuk mereka mendapatkan dari mana miras tersebut. Apakah oplos sendiri atau bagaimana, nanti kita sampaikan,” sambungnya.

Paur Humas Polresta Bogor Kota, Iptu Rahmat Gumilar, memaparkan bahwa kasus miras oplosan yang menewaskan empat warga yang berprofesi sebagai sopir angkot itu dalam penyelidikan.

“Masih dalam penyelidikan. Untuk mendata korban, lokasi dan jenis miras oplosannya,” katanya kepada Radar Bogor, Rabu (13/10).

Dalam penanganan kasus miras oplosan ini, Polresta Bogor Kota menurunkan Tim Kujang.

“Masih dalam lidik dari Satreskrim, Satnarkoba, dan Satintel Polresta Bogor Kota,” pungkasnya. (rez/mam/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *